Bandung, 6/7 (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak ke beberapa tempat pendistribusian tabung dan kompor gas sebagai langkah pencegahan menyusul maraknya ledakan tabung gas.
Sidak yang pertama kali digelar Disperindag Jawa Barat, Selasa, di beberapa lokasi di Kabupaten Bandung, antara lain di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji, agen dan distributor tabung gas dan kompor gas.
Dari hasil sidak hari pertama, tim Disperindag menemukan adanya tabung gas tiga kilogram yang tidak berlabel SNI, timbangannya kurang serta adanya beberapa tabung gas yang rusak dan bocor.
"Secara umum sistem pengisian tabung gas sudah sesuai prosedur, juga pendistribusiannya. Salah satunya memilah tabung yang rusak secara terpisah," kata Kepala Bidang Pedagangan Dalam Negeri Disperindag Jabar Supramono.
Selain itu, di stasiun pengisian elpiji juga dilakukan pengecekan tabung gas yang akan diisi untuk mengecek kebocoran dan kerusakan yang terjadi.
Namun di lain pihak dalam pengecekan ke beberapa agen dan pengecer tabung gas elpiji tiga kilogram, masih banyak warga yang belum memahami dan mengerti secara rinci penggunaan kompor dan gas elpiji.
"Produsen diimbau tidak mengedarkan tagung gas dan kompor gas yang tidak SNI. Hasil temuan dari sidak kali ini akan dilaporkan dan disampaikan ke Pertamina agar tabung gas yang bocor dan rusak segera ditarik," kata Supramono.
Sidak serupa akan dilakukan ke daerah lainnya dengan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di kabupaten/kota di provinsi itu.
"Diharapkan tindakan pengendalian ini bisa mencegah kecelakaan akibat ledakan tabung elpiji. Tim juga akan mengecek kompor gas dan aksesoris yang dijual di pasaran seperti slang, regulator, katup pengaman, karet dan lainnya," katanya.
Pada kesempatan itu, Supramono juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli aksesoris dan produk untuk penggunaan kompor dan tabung gas elpiji.
"Pembelian perangkat itu harus dilakukan secara teliti dengan memilih yang berlabel SNI, selain itu masyarakat memiliki pengetahuan tentang cara pemasangan perangkat itu yang baik dan benar," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jabar itu menambahkan. ***3***
Syarif A
