Indramayu,5/11(ANTARA) - Ratusan warga Desa Amis kecamatan Cikedung Indramayu,Jawa Barat kecewa dengan penilaian Pemkab Indramayu sehingga gagal memenangkan lomba Desa Peradaban tingkat kabupaten yang telah diharapkan sebelumnya.
Desa Peradaban adalah desa yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas sosial yang sangat memadai seperti sarana olah raga, kesehatan, pendidikan, ibadah, hiburan dan perbelanjaan.
Ade tokoh pemuda asal Desa Amis Cikedung di Indramayu, Kamis mengatakan, warga kecewa atas penilaian dari Pemkab Indramayu karena semestinya Desa Amis memenangkan lomba desa itu, karena telah memenangkan lomba sampai ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
"Desa kami telah memenangkan Lomba Desa Peradaban tingkat wilayah III Cirebon, sehingga Desa Amis menjadi wakil untuk ke tingkat provinsi Jawa Barat,disana kami hanya menjadi juara ke empat,mestinya pihak pemerintah Indramayu memberikan hak kami," ujar Ade.
Ade menjelaskan, harapan menjadi desa peradaban sudah hilang karena ternyata Pemkab Indramayu lebih memilih tetangga Desa Amis untuk mendapatkan program desa peradaban tersebut.
Dia menambahkan, Desa Amis, Cikedung memang sebelumnya terkenal negatif, namun semenjak dipimpin oleh kepala desa sekarang terus berubah, keamanan semakin terjamin padahal desa kami dulu terkenal tawuran dan miras beredar bebas, dan masyarakat tidak peduli terhadap hukum.
"Kepala desa sekarang yang mampu bertahan hingga kurun waktu tiga tahun, berhasil mengajak warga untuk meninggalkan kebiasaan buruk.
Kepala desa sebelumnya baru satu sampai dua tahun sudah tidak sanggup mengurus masyarakat dan akhirnya mundur," katanya.
Sementara itu Kepala Desa Amis Kecamatan Cikedung Umar Alamsyah di Indramayu Kamis mengatakan, kekecewaan warga memang cukup beralasan,karena desa kami telah memenangkan perlombaan di tingkat wilayah tiga Cirebon tentang desa peradaban tersebut, namun kami tidak bisa berbuat apa-apa sebab dari pihak pemerintah Indramayu yang berhak menilai desa mana harus menjadi desa peradaban.
"Menjadi kepala desa di Desa Amis Cikedung bukan pekerjaan mudah, menghadapi masyarakat perlu kesabaran serta keuletan selain itu keberanian bertindak harus ada, desa kami terkenal negatifnya,namun kami terus berusaha untuk merubah, hasilnya saat ini tawuran sudah tidak ada lagi," ujarnya.
Umar menambahkan, pihaknya berharap masyarakat Desa Amis supaya terus menjaga keamanan dan meningkatkan usaha peternakan dan pertanian yang telah dibangun bersama-sama.
Seperti diketahui, Pemprov Jabar akan mencanangkan pembangunan 100 desa peradaban pada tahun 2010 dengan harapan masyarakat desa akan betah tinggal di desanya sehingga dapat lebih fokus dalam membangun desanya.
Rencananya Pemprov akan menganggarkan dana sebesar Rp1 miliar untuk tiap desa peradaban, namun akhirnya Desa Amis yang sudah meraih peringkat empat di Jawa Barat tidak berhak mendapatkan dana tersebut karena Pemkab Indramayu telah memilih desa lain.***4***
Enjang Solihin
(T.PSO-061/B/B013/B013) 05-11-2009 07:27:30
