Cirebon (Antaranews Jabar) - Kepala Perum Sub Divre Bulog Cirebon, Jawa Barat, Dedi Apriliyadi mengatakan stok beras untuk wilayah ini dalam kondisi aman sampai 2020.

"Untuk stok yang kita punyai itu banyak, sekitar 48 ribu ton," kata Dedi di Cirebon, Kamis.

Melimpahnya stok beras lanjut Dedi, tidak terlepas dari meningkatnya penyerapan beras milik petani, namun untuk pengeluarannya sendiri itu sangat sedikit.

Target penyerapan beras petani tahun itu turun cukup banyak dibandingkan pada  2018. Saat ini target penyerapan menjadi 74 ribu ton dari sebelumnya yaitu 110 ribu ton.

"Sekarang penyerapan turun (karena tidak ada beras raskin lagi) hanya saja kita sesuaikan rencana penjualan dan stabilisasi harga," ujarnya.

Meskipun beras melimpah, namun di pasaran sudah ada kenaikan untuk jenis beras medium dan premium yaitu naik sekitar Rp500 per kilogramnya.

Untuk itu kata Dedi, Bulog juga sedang menggelontorkan beras mediumnya ke pasar, agar bisa menekan kenaikan beras yabg belakangan ini terjadi.

"Kalau beras yang naik di pasar itu jenis dan merek tertentu saja, karena memang belum ada musim panen, kalau beras yang kita miliki itu masih banyak, ini sih hanya soal rasa saja," katanya.

Baca juga: Stabilkan harga, Bulog Cirebon mulai salurkan beras ke pasar

Baca juga: Penyerapan beras Bulog Cirebon turun
 

Pewarta: Khaerul Izan

Editor : Isyati Putri


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019