Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur terus berupaya melakukan pembangunan serta merevitalisasi sekolah rusak yang jumlahnya mencapai 1.200 unit.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Selasa, mengatakan pembangunan dan revitalisasi sekolah rusak dilakukan secara bertahap setiap tahun karena keterbatasan alokasi dana di APBD setempat.
Bahkan pihaknya menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga pusat agar program pembangunan sekolah dapat terwujud dengan jumlah yang cukup banyak setiap tahun sehingga dapat mengurangi jumlah sekolah rusak di Cianjur.
"Ini tidak hanya terjadi di Cianjur banyak sekolah yang rusak baik dimakan usia atau terdampak bencana, tapi hampir di seluruh daerah di Indonesia," katanya.
Berbagai upaya terus dilakukan guna menekan jumlah sekolah yang rusak. Sebagian besar wilayah Cianjur rawan bencana mulai dari banjir, longsor, pergeseran tanah hingga gempa membuat jumlah sekolah rusak terus bertambah.
Pihaknya menargetkan perbaikan sarana dan prasarana sekolah rusak meningkat 20 persen pada 2026, di mana kerusakan ruang kelas SD yang mendominasi sepanjang tahun dan sebagian besar akibat bencana alam dan lapuk dimakan usia.
Pembangunan dan revitalisasi ribuan sekolah di Cianjur dapat tuntas pada 2028 sehingga tidak ada lagi ruang kelas atau sekolah rusak pada 2029.
"Perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang rusak dari berbagai sumber mulai dari anggaran pendapatan belanda daerah (APBD), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), pemerintah pusat hingga bantuan dari berbagai pihak termasuk swasta," katanya.
Pihaknya optimistis angka perbaikan akan meningkat seiring dukungan Pemprov Jabar dan pemerintah pusat serta upaya maksimal dalam mengakses berbagai sumber pendanaan, termasuk dari perusahaan swasta di Cianjur.
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026