Bandung  (Antaranews Jabar) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengimbau pegiat wisata maupun pengguna media sosial untuk tidak menyebarkan foto wisata ilegal atau yang belum dilengkapi keamanan untuk tujuan menarik pengunjung datang ke tempat wisata tersebut.

"Kalau bisa jangan, nanti kalau mengundang datang akan repot," kata Kepala Diskominfo Kabupaten Garut, Nurdin Yana kepada wartawan di Garut, Rabu.

Ia menuturkan, imbauan itu menyusul cukup maraknya penyebaran informasi tentang objek wisata alam di Kabupaten Garut melalui media sosial sehingga memicu masyarakat untuk mau mengunjungi wisata itu.

Padahal, lanjut dia, objek wisata yang dipromosikan melalui media sosial itu belum tentu legal atau sudah ditunjang dengan infrastruktur yang sudah menjamin keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

"Sekarang penyebaran di medsos sangat masif, seolah tidak ada batas untuk menghalanginya, sehingga wisata alam yang belum aman pun disebarkan, tanpa mempertimbangkan sisi keamanannya," katanya.

Ia menyatakan, seperti kasus empat orang yang tewas tenggelam di lokasi wisata air terjun Curug Teko merupakan kawasan wisata yang salah satunya dipromosikan melalui media sosial.

Padahal, lanjut dia, dari sisi sarana dan prasarana di kawasan wisata itu belum memadai tetapi dikabarkan sudah banyak orang yang penasaran dan ingin datang ke tempat tersebut tanpa memikirkan risikonya.

"Untuk itu kami dari Diskominfo akan berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk membahas promosi wisata di media sosial," katanya.

Ia berharap, para pegiat wisata untuk lebih cerdas dalam mengangkat potensi wisata melalui teknologi informasi agar tidak memberikan dampak buruk pada wisatawan.

Selain itu, kata Nurdin, masyarakat atau calon wisatawan juga dapat lebih selektif memilih tempat wisata yang dipromosikan melalui media sosial dengan mempertimbangkan legalitas wisata terutama dari aspek keamanannya.

"Tentunya di sini masyarakat sebagai pengguna teknologi harus lebih cerdas lagi dalam memilih tempat wisata, harus cari tahu dulu apakah tempat wisata itu resmi atau tidak, bagaimana dari sisi keamanannya," kata Nurdin. 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Sapto HP


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2018