Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp700 jutaan untuk memasang lampu lalu lintas (traffic light) agar arus lalu lintas lebih tertib, dan lancar di persimpangan Kubang, jalan utama Bandung-Garut menghubungkan kawasan wisata dan perkotaan Garut.
"Setelah hasil perhitungan, kita kucurkan angggaran tahun ini untuk pembuatan 'traffic light' di Kubang sebesar Rp700 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi di Garut, Senin.
Ia menuturkan, besaran anggaran untuk pembuatan lampu lalu lintas di lokasi itu paling rendah dibandingkan dengan besaran proyek yang diusulkan beberapa pihak ketiga lainnya yang mencapai Rp1 miliaran.
Anggaran sebesar Rp700 juta itu, kata dia, sudah cukup ideal untuk pembuatan lampu lalu lintas di persimpangan Kubang yang merupakan jalan dengan kondisi lalu lintas cukup ramai karena menghubungkan jalan Bandung-Garut dengan perkotaan, dan kawasan wisata Cipanas.
"Jadi, 'traffic light' ini nanti akan mengatur laju kendaraan dari arah Bandung menuju Garut, dan menuju tempat wisata, begitu juga sebaliknya, biar lebih tertata, aman, dan tertib," katanya.
Ia menyampaikan, pemasangan lampu lalu lintas itu rencananya sudah dipasang saat momentum musim arus mudik dan balik Hari Raya Lebaran, namun akhirnya ditunda dan saat ini mulai dilakukan proses pengerjaannya.
Setelah melakukan kajian lapangan terkait pengaturan waktu, dan arah kendaraan di jalur itu, kata dia, selanjutnya lampu lalu lintas itu siap dioperasikan yang ditargetkan pertengahan April 2026 sudah bisa uji coba.
"Mudah-mudahan pertengahan atau akhir bulan April ini beres, dan bisa diuji coba," katanya.
Ia menyampaikan, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Garut terdapat banyak persimpangan jalan yang membutuhkan lampu lalu lintas untuk mengatur kelancaran dan ketertiban laju kendaraan.
Tahun sebelumnya, kata dia, pemerintah daerah memprioritaskan memasang dua lampu lalu lintas di dua titik persimpangan di Jalan Ibrahim Adjie sebagai jalur wisata Garut.
"Saat ini kita prioritaskan di Kubang yang lebih membutuhkan karena sebagai jalan utama masuk ke Garut dari arah Bandung, jadi harus lebih bagus, tertib," katanya.
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026