Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) korban penipuan penyaluran kerja di Arab Saudi masih dalam proses upaya pemulangan yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.
"Masih diusahakan, mohon bersabar karena prosesnya tidak mudah," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut Muksin di Garut, Senin.
Ia menuturkan Disnakertrans Garut sudah mendapatkan informasi adanya seorang warga Garut menjadi TKW kemudian terlantar di Arab Saudi karena tertipu oleh pihak penyalur tenaga kerja ke luar negeri.
Disnakertrans Garut setelah mendapatkan perintah dari Bupati Garut, kata dia, langsung berkoordinasi dengan Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk melakukan komunikasi dan merencanakan membantu pemulangannya.
Ia menyampaikan tidak hanya berkoordinasi dengan P3MI, tapi juga mendapatkan perhatian dari Federasi Serikat Pekerja Migran Sarbumusi yang saat ini masih menunggu informasi lanjutan terkait bantuan upaya pemulangannya.
"Belum ada komunikasi lagi, kebetulan juga sedang dibantu oleh Federasi Serikat Pekerja Migran Sarbumusi," katanya.
Sementara Bupati Garut Abdusy Syakur Amin juga menyatakan pemerintah daerah sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membantu pemulangan seorang warga Garut yang saat ini berada di Arab Saudi.
"Saya juga mohon bantuannya kepada pemerintah pusat untuk bisa memfasilitasi ke warga kami agar bisa cepat kembali," katanya.
Bupati berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak dengan memberikan edukasi agar tidak ada lagi yang menjadi korban ilegal penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.
"Nanti ke depan akan memiliki komunikasi yang lebih intens lagi, terutama untuk memberikan perlindungan kepada warga negara kita yang bekerja di luar negeri," katanya.
Sebelumnya, tersiar video seorang perempuan warga Garut bernama Dini Sri Wahyuni yang melaporkan terlantar di Arab Saudi melalui media sosial, kemudian meminta bantuan kepada pemerintah untuk bisa pulang ke Indonesia.
Dini menceritakan tentang dirinya yang saat awal pemberangkatan dijanjikan oleh penyalur tenaga kerja akan ditempatkan bekerja sebagai petugas kebersihan.
Namun sejak berangkat Juni 2025 sampai saat ini tidak juga mendapatkan pekerjaan, sehingga kondisinya sempat terlantar dan meminta bantuan ke Pemerintah Indonesia, khususnya Garut untuk bisa pulang kembali berkumpul dengan keluarganya di Garut.
Baca juga: Proses pemulangan, TKW korban penipuan asal Garut berada di penampungan Arab Saudi
Baca juga: TKW Garut terlantar di Arab Saudi, polisi turun tangan
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025