Garut, 9/8 (ANTARA) - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di negara Malaysia, hingga kini tidak diketahui keberadaannya sejak meninggalkan Indonesia tahun 2006.
"Tetangga saya itu sudah empat tahun pergi ke Malaysia, tapi tidak ada kabar beritanya dan bagaimana nasibnya sekarang," kata Siti Hazar (35) yang menjadi korban penganiayaan majikan saat bekerja di negara Malaysia, usai menghadiri penerimaan bantuan beasiswa dari BNP2TKI, di Garut, Senin.
Ia menerangkan, tetangganya bernama Juhariah yang usianya diperkirakan 25 tahun, dikhwatirkan keluarganya di Garut yang tidak mendapatkan kabar kondisi keberadannya di Malaysia.
Keluarga Juhariah di Garut, kata Siti tidak mampu berbuat sesuatu karena tidak tahu harus menanyakan ke lembaga mana, sedangkan seseorang yang menyalurkannya tidak diketahui keberadannya.
Bahkan penyalur TKW ke luar negeri dari PT Mangga Dua sudah tidak beroperasi lagi, sehingga para keluarga di Garut bingung untuk menanyakan kondisi Juhariah di Malaysia.
"Saat di panggung saya ingin sekali menjelaskan ini ke pak Jumhur, tapi saya lupa," kata Siti usai menceritakan peristiwa penganiayaan selama menjadi TKW kepada BUpati Garut, Aceng Fikri dan kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat yang hadir dalam kesempatan acara itu.
Ia berharap kepala BNP2TKI dapat menemukan tetangganya itu, karena keluarganya di Garut mengharapkan ada informasi tentang nasib Juhariah selama bekerja menjadi pembantu rumah tangga di negara Malaysia.
"Karena agen penyalurnya sekarang sudah tidak ada, jadi harapan satu-satunya ke pak Jumhur, semoga saja tetangga saya dapat ditemukan," katanya.***3***
(U.KR-FPM/B/M019/M019) 09-08-2010 23:04:41
