Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut, Jawa Barat membuka pelayanan langsung di tengah masyarakat untuk pembuatan dokumen kependudukan yang rusak atau hilang akibat bencana alam banjir melanda pemukiman warga di Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

"Kita buka layanan langsung ke masyarakat yang menjadi korban banjir, karena banyak dari mereka seperti kartu keluarga basah, KTP hilang," kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Garut Natsir Alwi di Garut, Rabu.

Ia menuturkan pelayanan pembuatan dokumen kependudukan itu berupa kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), dan akta kelahiran yang kondisinya rusak, hilang, bahkan ada yang membuat baru.

Pelayanan itu, kata dia, digelar sejak Selasa (1/7), di Kampung Sudika, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul atau daerah yang terdampak banjir bandang, kemudian saat ini digelar di kantor desa bertepatan dengan agenda reses anggota DPRD Garut.

"Kemarin di Sudika kita layani, sekarang kita buka lagi bersamaan dengan reses digelar di Haurpanggung, campur ada masyarakat umum, ada juga korban banjir," katanya.

Ia mengatakan, pelayanan tersebut merupakan program Disdukcapil Garut selain adanya dukungan dari anggota DPRD Garut untuk melayani langsung masyarakat yang dokumen kependudukannya hilang atau rusak akibat bencana alam.

Hari pertama membuka pelayanan kependudukan, kata dia, ada sekitar 112 pemohon seperti membuat KTP dan KK yang saat itu langsung selesai dikerjakan dan masyarakat kembali memiliki dokumen penting tersebut.

"Kalau masih ada yang belum terlayani hari itu juga, kami juga buka layanan dengan cukup datang langsung ke kantor," katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan di sela-sela agenda resesnya meninjau langsung pelayanan pembuatan dokumen kependudukan dan mengapresiasi gerak cepat Disdukcapil Garut yang membuka pelayanan langsung untuk korban banjir.

Yudha menyampaikan, sebelumnya saat meninjau daerah banjir terdapat keluhan dari masyarakat yang kehilangan dan rusak dokumen kependudukan seperti KTP, KK, dan akta kelahiran akibat dilanda banjir.

"Saat saya ke lokasi bencana, banyak warga yang mengeluh KK, KTP, dan akta kelahiran rusak, saya coba minta ke Disdukcapil untuk menyelesaikan masalah ini, besoknya langsung dibuka layanan ini," kata Yudha.

Sebelumnya hujan deras yang mengguyur wilayah Garut, Sabtu (28/6), menyebabkan aliran Sungai Cimanuk meluap kemudian menggenangi kawasan pemukiman pendudukan di Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Riza Fahriza


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025