Antarajabar.com - Dinas Perkebunan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, fokus mengembangkan dua jenis kopi yakni Arabika dan Robusta di lahan tanam yang tersebar di beberapa kawasan perkebunan dan hutan.

"Petani saat ini hanya fokus pada dua jenis kopi saja yaitu Arabika dan Robusta, lokasinya tersebar di beberapa kecamatan," kata Kepala Bidang Bina Produksi pada Dinas Perkebunan Kabupaten Garut, Haeruman kepada wartawan di Garut, Minggu.

Ia menuturkan Kabupaten Garut memiliki lahan yang ditanami kopi seluas 4 ribu hektare dengan jenis kopi yang ditanam yaitu Arabika, Robusta dan Excelsa.

Sementara yang sedang fokus pengembangannya, kata Haeruman hanya kopi Arabika yang ditanam di 26 kecamatan dan Robusta di 37 kecamatan.

"Lahan yang sudah menghasilkan untuk kopi Arabika seluas 1.438 hektare, sedangkan Robusta ada sekitar 536 hektare, sedangkan lahan sisanya belum menghasilkan atau mati," katanya.

Menurut dia dua jenis kopi yang sedang dikembangkan itu memiliki keunggulan, bahkan disenangi oleh penikmat kopi dari beberapa negara.

Seperti kopi jenis Arabika yang berasal dari kawasan Gunung Papandayan, kata dia, sudah cukup dikenal di beberapa negara seperti Norwegia.

"Saat pameran di Norwegia, mereka (warga Norwegia) yang berkunjung ke stand Garut menyukai kopi Garut," katanya.

Bahkan beberapa negara dari Asia dan Eropa, kata Haeruman, pernah mendatangi kawasan perkebunan kopi di Garut, selanjutnya menikmati langsung kopi Papandayan hasil olahan pengusaha kopi di Kecamatan Bayongbong.

"Kopi ini ada perbedaan rasanya yang lebih enak dan gurih," katanya.

Ia menambahkan komoditas kopi tersebut menjadi unggulan di Garut setelah tanaman akar wangi yang dijual ke pasar luar negeri.

"Saat ini penyuka kopi banyak yang mencari jenis kopi Arabika kuning dari Papandayan," katanya.        

Pewarta: Feri P

Editor : Sapto HP


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2016