Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP) yang menggunakan lahan di daerahnya mengalami peningkatan 12,32 persen selama satu dekade terakhir berdasarkan hasil Sensus Pertanian (ST) 2023.

“Hasil ST2013-ST2023, RTUP yang menggunakan lahan mengalami peningkatan dari 85.061 unit menjadi 95.539 unit,” kata Kepala BPS Kabupaten Cirebon Judiharto Trisnadi saat ditemui di Cirebon, Selasa.

Baca juga: 99,98 persen usaha pertanian di Kabupaten Cirebon dikelola perorangan
 
Judiharto menjelaskan RTUP merupakan kategori usaha pertanian di Cirebon yang dijalankan oleh rumah tangga, dengan tujuan sebagian atau seluruh hasil panen komoditasnya dijual maupun dikonsumsi sendiri.
 
Dalam ST2023, kata dia, kegiatan pertanian yang dikelola RTUP terbagi menjadi dua kategori yaitu pengguna lahan dan pemakai lahan gurem.
 
Ia menyebut petani lahan gurem didefinisikan sebagai perseorangan atau sebuah keluarga yang melakukan kegiatan pertanian, dengan penguasaan lahan pertanian kurang dari 0,5 hektar.
 
“RTUP ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan lahan dalam pengusahaan komoditas pertaniannya. Karenanya hasil ST2023 ini sangat penting dalam menunjukan kondisi terkini dalam sektor pertanian di Cirebon,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan serupa dengan data pengguna lahan, jumlah RTUP gurem pun meningkat dengan angka 14,41 persen selama satu dekade terakhir dari 52.384 unit pada 2013 menjadi 59.935 unit di tahun 2023.
 
Jumlah RTUP hasil sensus terbaru, ungkapnya, juga menunjukkan kenaikan sebesar 14,03 persen selama periode 2013-2023 dari 89.002 rumah tangga menjadi 101.492 rumah tangga.

Dari hasil sensus tersebut, Kecamatan Kapetakan menjadi daerah dengan jumlah RTUP terbanyak di Cirebon yakni 5.258 rumah tangga. Kemudian disusul Kecamatan Gegesik terdapat 4.727 rumah tangga, dan Kecamatan Gebang sekitar 4.686 rumah tangga.
 
“Pada pengumpulan data sensus ini, kami juga menyasar tujuh subsektor yang diusahakan RTUP di Cirebon. Subsektor yang paling banyak diusahakan RTUP adalah tanaman pangan 53.775 rumah tangga, disusul peternakan 35.417 rumah tangga, dan hortikultura 21.366 rumah tangga,” tuturnya.

Baca juga: Kabupaten Cirebon salurkan beragam pangan murah guna stabilkan harga
 
Judiharto menambahkan, data yang dikumpulkan dalam ST2023 sudah dikaji dan dianalisa secara komperhensif dengan tujuan menampilkan kondisi usaha pertanian terkini di Cirebon.
 
“Tujuan ST2023 untuk mencatat pertanian di Indonesia, khususnya di Cirebon demi menjaga kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani,” ucapnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS Cirebon: Satu dekade RTUP pengguna lahan naik 12,32 persen 

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023