Antarajawabarat.com, 12/2 - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meminta agar Dinas Peternakan untuk lebih mengotimalkan peran dari BUMD PT Jabar Agro, salah satunya ialah mendorong perusahaan plat merah tersebut untuk bermain di bisnis hulu ternak dan perunggasan.

"Kami meminta kepada Disnak untuk segera mengoptimalkan BUMD PT Jabar Agro, yang baru dibentuk akhir 2013 lalu. terutama dalam penyediaan pakan sebagai prioritas," kata Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Barat Wawan Ridwan, di Bandung, Rabu.

Menurut dia, BUMD PT Jabar Agro tersebut bisa langsung masuk dalam mekanisme pasar perunggasan dan ternak.

"Jadi Dinas Peternakan maupun Dinas Pertanian akan sulit masuk ke mekanisme pasar karena tidak punya tanggung jawab tersebut," kata dia.

Ia menuturkan, salah satu prioritas yang harus digarap oleh PT Jabar Agro ialah mengatasi krisis pakan ternak seperti kebutuhan jagung dan singkong.

Pihaknya menilai BUMD tersebut ini bisa membuka industri pakan untuk ternak yang sederhana dan tidak perlu modal besar.

"Mereka juga bisa masuk dalam hal pengadaan DOC untuk peternakan ayam, dia bisa memasok. Modal Jabar Agro itu Rp20 miliar, pasti bisa," katanya.

Dinas Peternakan Jawa Barat, kata Wawan, ke depan punya pekerjaan rumah dalam mewujudkan swasembada daging sapi, kerbau dan kuda, karena selama ini persoalan swasembada belum bisa dituntaskan Pemprov Jabar.

"Sehingga jangan sampai gara-gara masalah (kelangkaan) daging sapi, (program swasembada) mundur,¿ katanya.

Dikatakan dia, Dinas Peternakan Jawa Barat tidak perlu menggembar gemborkan subtitusi daging sapi oleh ayam, karena di Provinsi Jabar produksi ayam sudah surplus.

"Pemenuhan kebutuhan pada daging sapi harus terus dicari jalan keluarnya. Masalah kelangkaan selalu muncul, dari daging sapi sampai bibit ayam, ini harus selesai," ujar Wawan.

Pewarta:

Editor : Sapto HP


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2014