Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin meminta Pemerintah Kabupaten Karawang untuk segera mengintegrasikan moda transportasi kereta cepat Whoosh dengan berbagai wilayah di Karawang seperti dengan transportasi umum dan akses tol.

"Kehadiran transportasi ini, harus direspons dengan baik aksesibilitas bagi warga yang akan menggunakan kereta cepat," kata Bey dalam keterangannya di Bandung, Jumat.

Menurut Bey, Kehadiran Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh harus dimaksimalkan dan direspons dengan baik, dikarenakan fasilitas ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga Kabupaten Karawang.

"Kehadiran saya ke Karawang untuk menyerap aspirasi. Hal yang ditekankan tentu saja tentang pemanfaatan hadirnya Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Di Karawang ada Stasiun Karawang KCIC, tentu harus disiapkan aksesnya dari tol langsung ke Stasiun (KCIC) Karawang," ujar Bey.

Kabupaten Karawang menjadi satu di antara tiga wilayah di Jabar selain Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung yang mempunyai Stasiun kereta cepat Jakarta Bandung.

Oleh karenanya, Bey berharap Pemda Kabupaten Karawang melobi pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) agar akses jembatan yang berada di wilayah stasiun dipertahankan untuk akses warga.

"Pihak KCIC bisa menghibahkan jembatan bekas pembangunan yang memang dibutuhkan warga, asalkan dipelihara dengan baik," ucapnya menambahkan.
Sebelumnya, Pihak PT KCIC mengungkapkan bahwa di Stasiun Karawang, aksesnya tengah dikerjakan yakni Jalan Kawasan THK dan Deltamas, serta exit tol KM 42 Jakarta-Cikampek, dengan moda transportasi kemungkinan shuttle bus.

"Untuk Stasiun Karawang sedang dibangun jalan kawasan dan jalan akses tol ke depannya. Ketika jalan kawasan sudah jadi akan kerjasama dengan perusahaan otobus (PO)," kata Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa beberapa waktu lalu.

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bey minta Karawang segera integrasikan Whoosh tingkatkan perekonomian

Pewarta: Ricky Prayoga

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023