Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyatakan produksi bawang merah di daerah itu terus meningkat, baik dari segi luas lahan maupun hasil panen para petani.

"Produksi bawang di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan, dalam kurun dua tahun, dan di 2023 ini diprediksi juga akan meningkat," kata Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Durahman J Supena di Cirebon, Jumat.

Ia mengatakan pada tahun 2021 produksi bawang merah di Kabupaten Cirebon mencapai 33,6 ribu ton dengan rerata produksi per hektare mencapai 99 kuintal atau 9,9 ton.

Sedangkan produksi bawang merah di tahun 2022 mengalami peningkatan yaitu mencapai 40 ribu ton dengan rerata per hektare bisa memproduksi sebanyak 10,7 ton.

Menurutnya, dari hasil produksi tersebut maka dipastikan Kabupaten Cirebon surplus, dan menjadi salah satu daerah penyumbang terbanyak bawang merah di Jawa Barat.

"Pada tahun 2023 ini hingga triwulan pertama produksi bawang merah sudah di angka 18 ribu ton, bahkan untuk produksi per hektare mengalami peningkatan menjadi 11,5 ton," tuturnya.

Durahman mengatakan selain itu luas lahan juga mengalami peningkatan, hal ini tidak lepas dari tidak adanya isu harga bawang merah yang turun, sehingga petani bersemangat untuk menanam komoditi tersebut.
Menurutnya pada tahun 2022 luas tanam bawang merah di Kabupaten Cirebon mencapai 3.700 hektare, meningkat sekitar 400 hektare luas tanam dibandingkan dengan tahun 2021.

Durahman melanjutkan sentra bawang merah di Kabupaten Cirebon, berada di wilayah timur seperti di Kecamatan Gebang, Losari dan beberapa daerah lainnya.

"Tahun 2023 ini luas tanam 2.300 hektare, sehingga sampai akhir tahun dipastikan akan terus bertambah," katanya.


 

Pewarta: Khaerul Izan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023