Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mengatakan Provinsi Jawa Barat supaya bersiap menghadapi potensi krisis ekonomi, energi dan pangan tahun 2023.

"Diharapkan Jawa Barat bersiap karena tahun depan (2023) ada potensi krisis ekonomi, energi dan pangan. Hal ini harus segera disiapkan agar tahun depan tidak terdengar ada warga Jabar yang kelaparan atau susah makan," kata Gubernur Ridwan Kamil saat menghadiri acara Panen Raya Benih Padi di Koperasi Tabur Benih Melati, Desa Bojong Tengah, Kabupaten Subang, Rabu.
 
Gubernur Ridwan Kamil menginstruksikan seluruh stakeholder dan masyarakat agar merapatkan barisan untuk memastikan jenis pangan apa yang berpotensi krisis.
 
"Rapatkan barisan untuk memastikan apa saja yang berpotensi terjadi krisis. Apakah kedelai karena masih banyak impor, dan dicari pula solusinya seperti apa di tahun depan. Itu juga harus kita pikirkan," kata Emil sapaan akrabnya.

Baca juga: Gubernur Jabar minta KPU tertibkan baliho liar
 
Ia menegaskan, hal ini harus mulai diupayakan agar Jabar menjadi Provinsi yang sungguh-sungguh siap seperti ketika sukses mengendalikan pandemi COVID-19.
 
"Kesuksesan itu karena kekompakan satu komando. Nah, dalam hal ini juga sama, jangan menunggu pas kejadian kita baru panik. Ini mumpung belum datang, kita belajar dari pandemi," ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama Ridwan Kamil mengapresiasi pengelolaan pertanian di Jawa Barat. Jabar surplus produksi beras setiap tahun yang mencapai 1,5 juta ton.

"Kita surplus setiap tahun 1 sampai 1,5 juta ton, sehingga rakyat tidak ada yang kelaparan oleh urusan makanan pokok, yaitu beras," katanya.

Ia menuturkan, benih padi yang diproduksi merupakan varietas unggul terbaik se-Indonesia, di antaranya Ciherang, Mekongga, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42, Inpari 48, dan Inpari 49 Jembar.
 
"Keluarbiasaan pertanian Jawa Barat diperlihatkan di hari ini, yakni dari benih -benih juara dari berbagai lembaga, yang menjadikan Jabar sebagai Provinsi yang memiliki benih tanaman khususnya padi terbaik se-Indonesia," ujarnya.
 
"Kita produsen padi yang dikonsumsi hanya 2/3-nya oleh Jawa Barat, sisanya kita ekspor dan jual ke mana-mana karena benih dan bibit yang baik ini menghasilkan padi berkualitas dan panen berlimpah," katanya.

Baca juga: Pemprov alokasikan Rp1,5 triliun untuk Pilgub Jawa Barat 2024
 
Pada kesempatan yang sama dilaksanakan pula pelepasan benih padi oleh Kang Emil dengan tujuan Provinsi Jawa Tengah, juga pelepasan benih bantuan untuk Kabupaten/ Kota di Jabar.
 
Selain itu, Emil juga melakukan panen raya benih secara simbolis di areal Penangkaran Benih Koperasi Tabur Benih Melati seluas 250 hektare.

Varietas yang dipanen adalah Inpari 49 Jembar seluas 5 _ha_ . Inpari 49 Jembar merupakan varietas unggul baru untuk menggantikan varietas padi sebelumnya.
 
Varietas ini juga merupakan hasil persilangan antara Ciherang dengan IRBB50, dengan sejumlah keunggulan, yaitu umur genjah, tahan terhadap wereng batang cokelat, rasa nasi pulen, dan hasil mencapai 9,57 ton per ha.
 
Adapun benih padi yang diproduksi di areal Penangkaran Benih Koperasi Tabur Benih Melati di antaranya Ciherang, Mekongga, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42, Inpari 48, dan Inpari 49.
 
Produksi benih tersebut untuk memasok kebutuhan benih di Jabar, maupun Provinsi lain di Indonesia.
    

Pewarta: Ajat Sudrajat

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022