Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cianjur, Jawa Barat, melarang kegiatan takbir keliling menggunakan kendaraan sebagai upaya antisipasi hal yang tidak diinginkan dan macet di jalur utama Cianjur seiring tingginya volume kendaraan pemudik.

Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur Minggu, mengatakan pihaknya mengimbau warga yang hendak merayakan hari kemenangan cukup melakukan takbiran di masjid atau mushola setempat, tidak melakukan konvoi kendaraan seperti tahun sebelumnya.

"Lebih baik melakukan takbiran bersama di masjid atau mushola di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Jangan sampai ada konvoi kendaraan karena akan dibubarkan petugas," katanya.

Pihaknya meminta seluruh warga Cianjur, mematuhi larangan bersama Forkopimda Cianjur karena saat ini kendaraan pemudik yang melintas di jalur utama Cianjur, cukup tinggi dan akan terjadi puncaknya pada H-1 lebaran, sehingga konvoi takbiran dilarang.

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, mengatakan pihaknya sudah membentuk tim khusus yang akan membubarkan konvoi kendaraan saat malam takbir terutama yang melintas di jalur utama Cianjur, karena volume kendaraan pemudik yang melintas masih tinggi dan diprediksi akan terjadi puncaknya malam ini.
"Kita akan bubarkan karena surat edaran sudah disosialisasikan hingga ke tingkat RT, kalau kegiatan konvoi kendaraan pada malam takbiran masih dilarang. Ini juga terkait keselamatan dan upaya mencegah terjadinya antrian akibat konvoi kendaraan," katanya.

Pihaknya mengimbau warga cukup melakukan takbiran di masjid atau mushola setempat agar tidak menimbulkan kemacetan saat melakukan konvoi kendaraan serta rawan terjadi pertikaian serta aksi kriminalitas.

"Kami siagakan seluruh anggota yang bertugas di masing-masing pos pam, ketika melihat konvoi kendaraan takbiran untuk mengarahkan kembali ke kampungnya masing-masing. Kita akan kenakan sanksi tegas kalau masih ada yang melanggar," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022