Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan adanya peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat sejak awal 2022 bukan varian Omicron yang saat ini sedang diwaspadai di berbagai negara termasuk Indonesia.

"Sekarang ini kita memang ada suatu peningkatan yang luar biasa ya terhadap COVID-19, tapi belum ada Omicron," kata Rudy Gunawan di Garut, Rabu.

Ia menuturkan sejak awal 2022 terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang saat ini mendapatkan penanganan medis di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Garut bertambah menjadi 80 orang

Seluruh kasus aktif positif COVID-19 di Garut itu, kata dia, tidak ada yang terpapar varian Omicron, meski begitu tetap menjadi perhatian pemerintah daerah untuk selalu waspada dan melakukan langkah antisipasi.

"Jadi di Garut ini masih belum ada Omicron, karena belum ditemukan atau dicari yang Omicron, tapi kami minta waspada semuanya ada peningkatan (kasus positif COVID-19)," katanya.

Ia mengungkapkan kenaikan kasus COVID-19 di Garut itu telah menyebabkan empat orang meninggal dunia dalam satu bulan awal 2022.
"Meskipun banyaknya yang bergejala ringan, tapi kematian ini meningkat dalam satu bulan ini, ada empat orang yang meninggal dunia," katanya.

Baca juga: Pemkab Garut tambah dana Rp16,8 miliar untuk bangun tribun Stadion RAA Adiwijaya

Ia mengungkapkan selama lima bulan terakhir kasus kematian pasien COVID-19 tidak terjadi di Garut, dan baru awal 2022 kembali dilaporkan ada kematian lagi akibat COVID-19.

"Sudah hampir lima bulan kan tidak ada yang meninggal, nah baru di bulan Januari ini yang meninggal ada empat orang," katanya.

Hasil laporan Satgas Penanganan COVID-19 Garut secara keseluruhan sejak 2020 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sudah mencapai 24.884 kasus, sebanyak 80 kasus aktif, kemudian 23.630 kasus dinyatakan sembuh, dan 1.174 kasus meninggal dunia.

 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022