Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyatakan bencana banjir bandang yang menimpa dua kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat tidak menimbulkan korban jiwa hanya membuat sejumlah rumah rusak dan terendam.

"Tidak ada korban jiwa," kata Helmi usai meninjau daerah terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Minggu.

Ia menuturkan banjir bandang telah menerjang sejumlah desa dan menggenangi rumah warga di dua kecamatan yakni di Sukawening dan Karangtengah, Sabtu (27/1) sore.

Baca juga: Pemkab Garut tetapkan siaga darurat bencana hingga April 2022.

Banjir bandang itu, kata Helmi, telah menggenangi rumah penduduk di Kecamatan Karangtengah sebanyak 190 rumah dan di Sukawening 112 rumah, kemudian satu unit rumah terbawa arus banjir.

"Kecamatan yang paling terdampak yaitu Kecamatan Karangtengah sekitar 190 rumah, di sini (Sukawening) 112 (rumah)," katanya.

Ia menyampaikan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan menindak tegas apabila ada pihak yang menyebabkan terjadinya banjir bandang tersebut.

Baca juga: Polisi selidiki kasus penyebaran video asusila yang diperankan warga Garut

Sebelum melakukan evaluasi, kata Helmi, pemerintah daerah terlebih dahulu menanggulangi dampak bencana tersebut untuk memastikan tidak ada jalan yang terputus, termasuk mengatasi warga yang mengungsi ke rumah saudaranya.

"Ini tidak boleh ada akses yang terputus termasuk akses ke rumah, makanya sekarang bersih-bersih, sekarang masyarakat sedang bersih-bersih sama-sama dengan pemerintah, ya TNI, Polri," katanya.

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021