ANTARAJAWABARAT.com,14/9 - Pemerintah Serbia melalui Menteri Pertahanannya Mr Dragan Sitanovic menyatakan tertarik untuk mendatangkan furniture dari Indonesia dan hal tersebut disambut positif oleh Pemprov Jabar dengan memberikan nama furnitur tersebut "Serbindo" (Serbia-Indonesia).
"Pemerintah Serbia berpikir bahwa bagaimana jika kita mengembangkan produk kerja sama di bidang furnitur dari sini (Indonesia) untuk di bawa ke sana dalam bentuk pembentukan 'knock down'. Lalu di sana, ditambahkan mungkin bordenya. Tetap menjadi produk Serbia, tapi saya tidak mau disebut produk Serbia saja, tapi disebutkan juga dari kita. Jadi namanya Serbindo," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, di Gedung Sate Bandung, Rabu.
Ditemui usai menerima rombongan Menteri Pertahanan Serbia Mr Dragan Sutanovac, di Ruang Pangrango Lantai 2 Gedung Sate, di Jalan Diponegoro Nomor 22 Kota Bandung, Wagub menuturkan, ketertarikan Pemerintah Serbia dalam hal kerjasama di bidang furnitur tersebut karena industri furnitur di Serbia sangat mahal
"Selain bidang militer, mereka juga tertarik dengan furnitur di kita (Indonesia). Tadi saat pertemuan, mereka melihat meja-meja, kursi-kursi, dan produk furnitur kita. Terus tertarik dan bertanya kemungkinan mendatangkan furnitur kita ke sana. Soalnya kayu di sana itu mahal," kata Dede Yusuf.
Ia menuturkan, Serbia akan membawa bahan furnitur asal Indonesia untuk dibawa ke Serbia dalam bentuk setengah jadi tidak utuh.
Selanjutnya, kata Dede Yusuf, produk furnitur setengah jadi tersebut oleh pemerintah Serbia dikembangkan dengan penambahan bahan lokal sehingga menjadi produk gabungan.
"Jadi jika bahan mentahnya saja saya tidak setuju. Lalu saya mengusulkan sudah barang setengah jadi lalu dinamakan Serbindo. Mereka setuju. Sistemnya produk kita dibawa kesana dalam bentuk 'knock down'," ujar Dede Yusuf.
Ia menambahkan, jika produk dari negara lain masuk ke wilayah Eropa maka akan dikenai pajak sebesar 20 persen.
"Soalnya jika produk dari kita langsung akan tanpa pajak sebesar 20 persen, sementara kalau produk Eropa bebas pajak," katanya.***5***

Ajat S

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011