ANTARAJAWABARAT.com, 30/7 - Gubernur Jawa Barat (Jabar) H Ahmad Heryawan menyatakan diversifikasi pangan tidak merugikan petani bahkan sebaliknya menyadarkan masyarakat terhadap kekayaan dan potensi pangan di daerah masing-masing.

"Diversifikasi pangan tidak merugikan rakyat, bahkan dengan gerakan 'Sehari Tanpa Nasi' yang digulirkan Jabar menyadarkan kita semua termasuk masyarakat bahwa ada potensi pangan yang bisa dikembangkan dan dikonsumsi setara nasi," katanya pada pertemuan dengan Pimpinan Redaksi Media Massa di Bandung, Sabtu.

Gerakan sehari tanpa nasi yang digulirkan Jawa Barat, yakni setiap Hari Rabu tidak memakan nasi, merupakan ikhtiar untuk mendorong budaya dan life style pemenuhan karbohidrat penduduk Jabar agar tidak tergantung kepada nasi.

Di lain pihak, kandungan karbohidrat nasi dengan jagung, singkong, hanjeli dan sorgum itu sama. Semua jenis sumber karbohidrat itu sangat potensial dan bisa ditanam di sejumlah daerah di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

"Bukan merubah budaya masyarakat, namun mendorong kesadaran akan kekayaan dan potensi daerah terhadap pemenuhan karbohidrat. Saya yakin ke depan bisa menjadi sebuah ikhtiar yang bermanfaat, dan seharusnya kita mulai lagi dari sekarang," katanya.

Untuk mendorong gerakan Sehari Tanpa Nasi, Pemprov Jabar menggandeng seluruh stakeholder di Jabar baik perguruan tinggi, asosiasi, perhimpunan petani, LSM serta penggerak lainnya untuk menggalakan gerakan mempopulerkan sumber karbohidrat alternatif itu.

"Sejumlah pakar di perguruan tinggi dimintai masukannya, fakultas pertanian di sejumlah perguruan tinggi juga dilibatkan agar bisa meningkatkan produksi singkong, hajeli, haging dan lainnya lebih optimal lagi," kata Heryawan.

Selain itu, gubernur juga menantang pakar kuliner dan tata boga untuk bisa menciptakan olahan sumber karbohidrat alternatif itu lebih enak dimakan dan tetap membuat kenyang.

"Budaya masyarakat kita kan belum kenyang bila belum makan nasi, nah kami akan upayakan pakar kuliner untuk membuat cara pengolahan yang lebih baik lagi," kata Heryawan.

Sementara itu Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat Entang Suryaatmadja mendukung langkah Pemprov Jabar memberlakukan program Sehari Tanpa Nasi sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat untuk menonsumsi karbohidrat non beras.

"Program itu tak boleh sebatas diluncurkan dengan surat edaran dari Gubernur saja, tapi harus ada stakeholder yang mengawal dan mengawasi pelaksanaan program itu. Perlu ada dukungan dari bupati dan wali kota yang punya tanah dan mengimplementasikan program itu," kata Entang.

Menurut Entang, upaya pemerintah untuk mengembangkan sumber karbohidrat non beras itu sudah dilakukan tahun 1950-an, namun gerakan itu tidak efektif terlebih setelah produksi padi nasional terus membaik.

"Tidak berlanjutnya gerakan mengkonsumsi non berat tempo dulu harus menjadi bahan evaluasi, dan yang jelas gerakan positif ini perlu didukung semua unsur di lapangan," kata Entang.

Sementara itu dalam pertemuan tersebut, sejumlah pemimpin redaksi media massa di Kota Bandung itu memberikan masukan perlunya sosialisasi gerakan diversifikasi pangan itu melibatkan kaum muda.

"Gerakan ini perlu melibatkan kaum muda. Mereka bisa menciptakan sebuah sistem sosialisasi dan promosi yang efektif, termasuk juga dalam hal kuliner," kata Budhiana, Pemred HU Pikiran Rakyat Bandung.***4***

(U.S033/B/S019/S019)

Pewarta:

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011