Alat pelacak COVID-19 buatan anak bangsa yakni CePAD (buatan Universitas Padjadjaran atau Unpad) menjadi salah satu bagian dari produk unggulan yang akan ditawarkan ke publik di Paviliun Indonesia di ajang Dubai Expo 2021.

Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad Diana S, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Bandung, Rabu, mengatakan CePAD akan mengikuti pameran internasional Dubai Expo 2021 di bawah anjungan Indonesia Jawa Barat Kemenristek BRIN.

Dia mengatakan inovasi yang lahir sebagai upaya membantu Pemerintah untuk menangani dan mengatasi COVID-19, Tim Riset Unpad turut berpartisipasi menciptakan Alat Deteksi CePAD untuk mendeteksi virus corona.

“Semenjak kemunculannya tahun 2020 Alat Deteksi CePAD ini telah mendapatkan berbagai apresiasi dari
berbagai pihak produk anak bangsa yang unggul,” katanya.

Menurut dia inovasi CePAD telah diuji coba serta mendapatkan sertifikat TKDN dan hal ini menunjukan bahwa Indonesia siap dan mandiri dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Sebelum berangkat ke Dubai pihaknya memperkenalkan produk hasil riset Kampus UNPAD ini kepada Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko.

“Dan sekaligus memohon doa restu dariPemerintah RI khususnya Bapak Presiden RI agar CePAD dapat sukses dalam ajang promosi bergengsi mancanegara di Dubai Expo," kata dia.

Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi produk antigen si CePAD karya UNPAD ini untuk berkompetisi di pasar luar negeri dan akan segera menyampaikan kabar baik ini kepada Presiden Jokowi, ujarnya.

Sebagai produk kebanggaan Jawa Barat, saat ini CePAD mampu memproduksi kurang lebih sebanyak tiga juta dan siap untuk memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri dan ke depannya CePAD diharapkan dapat menjadi komoditas export Indonesia.

CePAD sendiri saat ini dipegang oleh PT Usaha Bersama Jabar (UBJ) sebagai distributor utama karya inovasi tersebut.

PT UBJ sendiri sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, lalu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah kawasan industri. Korporasi juga berencana memasukan CePAD ke dalam e-catalog.

Perbedaan Deteksi CePAD dengan rapid test yang umum digunakan saat ini adalah molekul yang dideteksi. Rapid test COVID-19 yang umum mendeteksi antibodi, dan CePAD ini mendeteksi antigen.

Sehingga, CePAD dapat mendeteksi virus lebih cepat, karena tidak perlu menunggu pembentukan antibodi saat tubuh terinfeksi virus.

Baca juga: Di Dubai Expo 2021, Jabar targetkan perluasan pasar ekspor-industri halal

 

Pewarta: ASJ

Editor : Ajat Sudrajat


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021