Bandung, 28/4 (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menyatakan, dari Januari hingga Maret 2011, terjadi penambahkan kasus HIV/AIDS baru, sebanyak 29 kasus di Jabar.

"Sebagian besar kasus baru ini disebabkan karena penggunaan jarum suntik dan terbanyak usianya 20 sampai 30 tahun," kata Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Jawa Barat dr Yuzar Ismoetoto, di Bandung, Kamis.

Ia mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah orang yang terinfeksi HIV/AIDS semakin meningkat yang disebabkan oleh pasangannya atau pun diri sendiri.

Ironisnya, kata Yuzar, ibu yang menderita AIDS (IDA) jumlahnya juga semakin meningkat.

"Kenapa IDA masih banyak, hal itu menunjukkan bahwa program penggunaan kondom belum bagus atau belum dimengerti," kata Yuzar.

Berdasarkan data kumulatif terakhir dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, diketahui bahwa jumlah pengindap HIV/AIDS di Jabar hingga saat ini mencapai 5.709 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 3.537 orang mengidap AIDS, dan 2.172 orang mengidap HIV.

Jika menurut lokasi kabupaten/kota, daerah Kota Bandung masih menempati urutan pertama dalam penyumbang terbesar jumlah penderita AIDS dan HIV positif.

Kaum laki-laki menjadi jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak yakni 4.147 orang disusul perempuan 1.313 orang dan tidak diketahui 220 orang.

Mengingat masih tingginya orang yang menderita HIV/AIDS di Jawa Barat, Komisi Penanggulangan AIDS Jawa Barat mengadakan Musyawarah HIV/AIDS Provinsi Jawa Barat, pada 18 hingga 21 April 2011.

Dalam musyawarah tersebut, diterbitkan Deklarasi Lembang yang menghasilkan 11 butir kesepakatan.

Ke-11 kesepakatan tersebut diantaranya pertama Peningkatan akses dan layanan obat anti-retroviral (ARV) di RSUD dan RS swasta serta puskesmas di seluruh kabupaten/kota Provinsi Jabar.

Kedua, tersedianya akses layanan PMTCT yang komprehensif di RSUD dan RS swasta di seluruh kabupaten/kota.

Ketiga, mendorong tersedianya Program Mitigasi Dampak oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Kemudian, ODHA di Jawa Barat sepakat berperilaku hidup sehat, produktif, mandiri serta berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di daerahnya masing-masing.

Pewarta:

Editor : Sapto HP


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2011