Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat, menyebar 2.400 petugas gabungan untuk menjaga pos penyekatan 24 jam tanpa henti pada masa larangan mudik Lebaran 2021.

"Setiap titik penyekatan dijaga personel gabungan yang bertugas secara bergantian setiap 8 jam, sehingga titik penyekatan dijaga 24 jam," kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol M. Syahduddi di Cirebon, Rabu. 

Syahduddi mengatakan personel gabungan yang dikerahkan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2021 di wilayah hukum Polresta Cirebon yaitu sebanyak 2.400 personel. 

Menurutnya personel gabungan tersebut akan disiagakan di 16 posko yang tersebar di wilayah hukum Polresta Cirebon. Seluruh posko tersebut terdiri dari satu posko utama, dua posko pelayanan, empat posko pengamanan, dan 9 posko penyekatan.

"Totalnya ada 2.400 personel gabungan yang dilibatkan dalam, terdiri dari 900 personel Polri dan sisanya dari Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Dishub, Satpol PP, Dinkes, dan lainnya," ujar Syahduddi. 

Ia menambahkan posko penyekatan di wilayah Polresta Cirebon terdapat sembilan, di mana satu berada di jalur tol yakni GT Palimanan Tol Cipali dan delapan posko lainnya tersebar di sepanjang jalur arteri. 

Seluruh posko itu pun lanjut Syahduddi, dipastikan dijaga selama 24 jam oleh petugas gabungan secara bergiliran.

"Posko penyekatan disiapkan di wilayah Kabupaten Cirebon yang berbatasan langsung dengan daerah sekitar dan provinsi tetangga. Ini untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang nekat melaksanakan mudik," katanya.


 

Pewarta: Khaerul Izan

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021