Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur, Jawa Barat, Lilih (30) pulang dalam kondisi depresi setelah 13 bulan bekerja di Arab Saudi, dengan tidak membawa hak gaji atas jerih payah kerjanya saat pulang ke rumahnya di Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber.

Ketua Astakira Pembaharuan Cianjur, Ali Hildan saat dihubungi Senin, mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab pasti depresi yang diderita Lilih (30) binti Badrudin, TKW yang dipulangkan belum lama ini. 

"Kami belum tahu pasti penyebab depresi yang diderita Lilih yang berangkat akhir tahun 2019. Pihak keluarga yang mengetahui hal tersebut, melapor ke kami untuk mengurus hak gajinya yang juga tidak diberikan majikan setelah bekerja selama 13 bulan di Timur Tengah," katanya.

Ia menjelaskan, Lilih yang pulang dalam kondisi depresi sulit untuk diajak berkomunikasi karena omongannya selalu melantur dan tidak menyambung dengan pertanyaan yang diberikan, sehingga pihaknya akan membawa TKW berwajah oriental itu ke dokter spesialis kejiwaan hingga sembuh.

"Kita akan bawa Lilih berobat, selama ini keluarga berharap Lilih dapat mengubah ekonomi keluarga, namun kenyataannya dia pulang dalam kondisi depresi dan tidak membawa uang yang menjadi haknya selama bekerja 13 bulan di negara orang," katanya.

Sementara itu pihak keluarga melalui Astakira Pembaharuan Cianjur, berharap dapat membantu anak mereka kembali sembuh dan mendapatkan haknya yang belum dibayarkan, bahkan ungkap Badrudin (55) ayah kandung Lilih, anaknya yang berangkat dalam kondisi sehat dan normal, kembali seperti semula. 

"Kami juga menuntut perusahaan yang memberangkatkan dan majikan Lilih bertanggungjawab, hingga anak kami kembali sembuh seperti semula dan gajinya segera dibayarkan. Kami juga berharap bantuan dari pemerintah atas musibah yang diderita anak kami ini," katanya.

Ia menambahkan, selama ini Lilih berniat untuk mengangkat ekonomi keluarga dengan cara berangkat sebagai TKI ke Saudi Arabia. Bahkan selama beberapa bulan bekerja di negeri orang, dia menggambarkan cukup betah dan tidak pernah mengeluhkan apapun, Namun selang beberapa waktu keluarga mendapat kabar kalau Lilih mengalami depresi.

"Kami berharap bantuan dari semua pihak, karena anak kami berangkat atas niat baik mengangkat ekonomi keluarga yang sulit. Namun kenyataanya anak kami pulang dalam kondisi depresi dan tidak dibayarkan haknya," kata Badrudin seraya menyeka air matanya yang keluar. 

Baca juga: Berawal dari TKW, Asih kini berbisnis sambil berdayakan masyarakat

Baca juga: Jenazah TKW di Saudi dipulangkan ke kampung halamannya di Sukabumi

 

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021