Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiapkan penanganan jangka menengah dan panjang untuk masalah sampah seperti membangun Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPAS) baru di wilayah Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon, sebagai upaya mengatasi kelebihan kapasitas di TPSA Pasirsembung yang masih dipaksakan untuk menampung sampah dari berbagai wilayah di Cianjur.

"Untuk jangka menengah kita perluas lahan TPAS Pasirsembung yang saat ini sudah kelebihan kapasitas, sambil menunggu TPSA yang baru selesai dibangun. Kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan pemilihan dan pengolahan sendiri, sehingga volume sampah yang dibuang ke TPAS dapat ditekan," kata Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur Minggu.

Ia menjelaskan Hari Peduli Sampah nasional yang jatuh pada Minggu (21/2) ini seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat agar memulai tidak buang sampah sembarangan dan melakukan pemanfaatan sampah yang memang masih dapat diolah atau didaur ulang di lingkungannya masing-masing.

"Sehingga sampah rumah tangga, tidak menambah beban TPSA yang sudah kelebihan pasitas sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan kami akan mengencarkan bank sampah di masing-masing desa yang selama ini menyumbang sampah terbesar di Cianjur," katanya.

Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur mencatat volume sampah selama pandemi COVID-19, mengalami peningkatan dari 150 ton menjadi 205 ton per hari, sehingga TPSA Pasirsembung di Kecamatan Cilaku, semakin kelebihan kapasitas.

"Peningkatan terjadi sejak pertengahan tahun lalu, tepatnya mulai bulan Juli, dimana rata-rata sampah yang masuk ke TPSA Pasirsembung perhari mencapi 205 ton, sedangkan sebelum pandemi, setiap harinya jumlah sampah yang masuk sebanyak 150 ton," kata Kepala Seksi Pengolahan Sampah dan Pengelolaan Limbah DLH Cianjur Dian Mardiana.

Ia menjelaskan, terus meningkatnya volume sampah yang masuk ke TPSA yang sudah beberapa tahun terakhir kelebihan kapasitas, semakin berlebih karena banyaknya pembatasan sosial yang membuat warga memilih diam di rumah, sehingga sampah rumah tangga berupa bekas bungkus makanan mendominasi.

Kembali diperpanjangnya pembatasan sosial selama pandemi ini, membuat warga lebih banyak diam di rumah dan memesan makanan dari luar, sehingga sampah bungkus makanan yang dihasilkan terus meningkat dari sebagian besar wilayah di Cianjur mulai dari utara, kota dan timur.

"Peningkatan sampah sampah rumah tangga dari berbagai wilayah, mencapai 55 ton setiap harinya, berupa bekas bungkus makanan mulai dari jenis kertas hingga sterofoam. Ini menyebabkan gunungan sampah di TPSA semakin tinggi mencapai 17 meter dengan sisa lahan kurang dari 1,5 hektar," katanya.

Sehingga untuk memperpanjang pengunaan TPSA, harus dilakukan penambahan lahan dan teknologi pengolahan agar gunungan sampah dapat ditekan, sehingga tumpukan sampah dapat berkurang setiap harinya."Kalau lahan tidak ditambah dan teknoligi digunakan untuk pengolahan, TPSA sudah tidak layak difungsikan," demikian Dian Mardiana.

Baca juga: DLH Cianjur catat penurunan volume sampah selama pandemi COVID-19

Baca juga: DLH Cianjur lakukan pendinginan di pembuangan sampah Pasirsembung

Baca juga: Pemkab Cianjur usulkan raperda pengelolaan sampah

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021