Kantor Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Bandung mencatat sudah ada 24 korban yang ditemukan meninggal dunia akibat bencana longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah di Bandung, Kamis mengatakan, sejak lanjutan pencarian pada Kamis pagi, tiga korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Dengan begitu, kata dia, masih ada 16 orang dalam pencarian tim SAR gabungan.

"Total korban yang ditemukan hari ini, hingga pukul 13.00 WIB ada tiga orang. Selanjutnya korban di bawa ke Puskesmas Sawah Dadap," kata dia.

Temuan korban yang pertama pada hari keenam pencarian ini terjadi pukul 09.00 WIB. Korban berjenis kelamin laki-laki bernama Yayat, berusia 42 tahun.

Pada pukul 12.35 WIB, ditemukan korban berjenis kelamin laki-laki atas nama Syarip, berusia 22 tahun, sedangkan pada pukul 12.51 WIB ditermukan korban berjenis kelamin laki-laki bernama M. Yusuf, berusia 13 tahun.

Deden menyebut tiga orang korban meninggal itu ditemukan di sektor 1 pencarian tim SAR di lokasi bencana.

Ia mengatakan sektor 1 itu merupakan area lapangan voli yang tertimbun tanah longsor.

"Jumlah personel yang terlibat pada hari ini berjumlah 668 personel yang terdiri dari Basarnas Bandung, BPBD, Polda Jawa Barat, TNI, PMI, dan Dinas Kesehatan Sumedang," kata Deden.

Baca juga: Menteri PUPR: Longsor Sumedang jadi perhatian Presiden Jokowi

Baca juga: Menko PMK minta Pemkab Sumedang rehabilitasi lahan longsor

Baca juga: Ahli geologi ITB ingatkan bahaya longsor susulan di Sumedang

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021