Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat memprediksi industri serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang kesehatan sangat berpotensi untuk berkembang baik pada masa pandemi COVID-19 maupun setelahnya.

"Jadi kesadaran masyarakat akan kesehatan dan perlindungan diri yang semakin meningkat pascapandemi dinilai menjadi salah satu pemicunya," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Arifin Soedjayana, di Bandung, Rabu.

Arifin mengatakan dinasnya bersama dinas lainnya, termasuk Dinas Kesehatan Jawa Barat saat ini sudah menyusun rencana untuk mengembangkan industri dan UMKM bidang kesehatan di Jawa Barat.

Baca juga: PIP gandeng Baznas Jabar salurkan bantuan bagi UMKM

Menurut dia, pengembangan industri di bidang kesehatan ini selain akan mengurangi angka pengangguran akibat COVID-19, juga menambah keragaman dan penguatan industri kesehatan yang semakin menjanjikan di Jawa Barat.

Ia mengatakan selama ini Jawa Barat sendiri, industri pembuatan alat kesehatan seperti alat pelindung diri untuk penanganan COVID-19, laju usahanya kian kencang.

Arifin mengatakan berbagai industri pakaian pun, banyak yang malah memproduksi alat pelindung diri dan bahkan beberapa perusahaan baru produsen alat pelindung diri bermunculan dengan berbagai inovasinya.

"Ada sejumlah perusahaan yang bisa membuat alat pelindung diri yang kalau dipakai tidak akan kegerahan. Kemudian bisa dicuci dan dipakai ulang sampai 30 kali, bahkan kualitasnya sudah diuji oleh ITB. Ada efisiensi harga juga sehingga lebih murah. Inovasi-inovasi di bidang industri kesehatan ini terus bermunculan," kata Arifin.

Baca juga: LIPI kembangkan obat dan alat uji corona hingga solusi untuk UMKM

Arifin mengatakan peluang lainnya di bidang kesehatan adalah industri kecil dan menengah di bidang jamu atau suplemen makanan dan walaupun industri kecil dan menengah kewenangannya ada di tingkat kabupaten dan kota namun hal ini pun menjadi perhatiannya.

"Saat ini orang-orang sudah mulai melirik produk jamu dan suplemen untuk menambah kebugaran, untuk lansia atau anak. Ini bukan industri obat ya, tapi lebih ke industri herbal," katanya.

"Hal inilah yang kita buat nanti bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan setidaknya penyuluhan terkait dengan industri kesehatan kepada pengusaha," lanjut dia.

Baca juga: Presiden Jokowi pastikan UMKM bebas pajak penghasilan selama enam bulan

Pihaknya menambahkan hingga saat ini belum mendapat data mengenai industri kesehatan seperti ini yang sudah ada di Jabar karena berskala industri kecil dan menengah.

Akan tetapi, kata Arifin, pihaknya memastikan peningkatan produksi di industri kesehatan ini bisa meningkat antara 100 hingga 200 persen.
 

Pewarta: Ajat Sudrajat

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020