Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz tepat memilih Irjen Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya.

Dia menilai Nana sudah saatnya tampil di depan menjaga ibu kota sebagai etalase Republik Indonesia, agar stabilitas ekonomi dan iklim investasi terjaga.

"Sudah sangat tepat Kapolri Jenderal Idham Azis mempercayakan Irjen Pol Nana Sudjana untuk saatnya tampil di depan menjaga ibu kota sebagai etalase Republik Indonesia, agar stabilitas ekonomi dan iklim investasi terjaga," kata Dasco di Jakarta, Rabu.



Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu mengatakan, mungkin banyak orang bertanya, apakah Nana Sudjana layak menjaga keamanan ibu kota.

Pertanyaan tersebut menurut Dasco dapat dimaklumi karena ada juga sebagian orang yang selama ini bekerja bagus di balik layar.

"Kiprahnya saat reformasi dan pasca-reformasi saat itu sangat bagus dalam mengawal keamanan ibu kota dalam dinamika politik dan keamanan yang sangat tinggi saat itu," ujarnya.

Menurut dia, dengan kematangan, tangan dingin dan keluwesannya, Nana dapat mengkomunikasikan kepada segenap elemen bangsa untuk mendinginkan suasana saat itu.

Dasco menilai, Nana sebagai mantan Dirintelkam Polda Metro Jaya pada masa reformasi dan mantan Direktur Politik dan Keamanan pada Badan Intelijen dan Keamanan Polri, sangat paham pemetaan serta geopolitik ibu kota saat ini.



Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS M Nasir Djamil menilai mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Nana Sudjana adalah sosok yang tepat menjadi Kapolda Metro Jaya.

"Selain bertangan dingin dan mampu berkomunikasi luwes dengan seluruh lapisan masyarakat, Nana Sudjana juga sosok pimpinan yang mampu mengayomi dan memberikan instruksi yang terukur dan terarah kepada bawahannya," katanya.

Menurut dia, ibukota butuh Kapolda yang punya pengalaman sebagai pelaku langsung saat reformasi dan pasca-reformasi karena dinamika politik dan keamanan di ibukota sangat dinamis dan butuh sosok yang handal.

Dia menilai Nana adalah perwira tinggi Polri yang paham bagaimana mengelola keamanan dan ketertiban Jakarta.

Menurut Nasir, jejak rekam Nana Sudjana yang lama di dunia intelijen keamanan Polri membuatnya kurang populer karena kerja intelijen adalah kerja yang sunyi dari tepuk tangan orang dan sering tidak diketahui banyak orang.

"Orang intel itu kerjanya sangat rahasia dan dibalik layar, wajar kalau sebagian ada yang mempertanyakan populularitas Nana Sudjana," ujarnya.

Selain itu Nasir menyarankan agar Kapolda Metro Nana Sudjana segera melakukan konsolidasi organisasi untuk melanjutkan reformasi di seluruh bidang dan unit kerja Polda Metro yang telah dilakukan mantan Kapolda Metro Gatot Eddy.
 

Pewarta: Imam Budilaksono

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019