Alat bantu pernapasan Pindad VRM

  • Jumat, 24 April 2020 16:37

Petugas menunjukkan penggunaan alat bantu kesehatan Pindad Ventilator Resusitator Manual (VRM) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Pindad VRM yang dirancang dan dikembangkan bersama tim ahli medis dari RSU Pindad ini merupakan alat bantu pernapasan bagi pasien yang terinfeksi COVID-19, alat ini juga sedang dalam proses uji coba kelaikan alat ke Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan dan Pindad VRM ini dibandrol hanya dengan harga Rp 10 juta. ANTARA JABAR/M Agung Rajasa/agr

Petugas menunjukkan penggunaan alat bantu kesehatan Pindad Ventilator Resusitator Manual (VRM) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Pindad VRM yang dirancang dan dikembangkan bersama tim ahli medis dari RSU Pindad ini merupakan alat bantu pernapasan bagi pasien yang terinfeksi COVID-19, alat ini juga sedang dalam proses uji coba kelaikan alat ke Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan dan Pindad VRM ini dibandrol hanya dengan harga Rp 10 juta. ANTARA JABAR/M Agung Rajasa/agr

Petugas menunjukkan penggunaan alat bantu kesehatan Pindad Ventilator Resusitator Manual (VRM) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Pindad VRM yang dirancang dan dikembangkan bersama tim ahli medis dari RSU Pindad ini merupakan alat bantu pernapasan bagi pasien yang terinfeksi COVID-19, alat ini juga sedang dalam proses uji coba kelaikan alat ke Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan dan Pindad VRM ini dibandrol hanya dengan harga Rp 10 juta. ANTARA JABAR/M Agung Rajasa/agr

Petugas menunjukkan penggunaan alat bantu kesehatan Pindad Ventilator Resusitator Manual (VRM) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Pindad VRM yang dirancang dan dikembangkan bersama tim ahli medis dari RSU Pindad ini merupakan alat bantu pernapasan bagi pasien yang terinfeksi COVID-19, alat ini juga sedang dalam proses uji coba kelaikan alat ke Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan dan Pindad VRM ini dibandrol hanya dengan harga Rp 10 juta. ANTARA JABAR/M Agung Rajasa/agr

Berita Terkait