Pelepasan Satgas Pamtas RI-PNG di Karawang
- 10 November 2019 06:33
Pasukan Satgas Pamtas RI-Papua Nugini (PNG) Yonif Para Raider 305 melakukan simulasi patroli pengamanan daerah perbatasan di Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (9/11/2019). Simulasi tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan standar operasional kesiagaan dan keamanan di perbatasan. Sebanyak 450 personel akan diberangkatkan untuk pengamanan daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini selama sembilan bulan melalui jalur laut mengunakan kapal perang KRI Banda Aceh dari pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (11/11/2019) mendatang. ANTARA JABAR/M Ibnu Chazar/agr
Pasukan Satgas Pamtas RI-Papua Nugini (PNG) Yonif Para Raider 305 melakukan simulasi patroli pengamanan daerah perbatasan di Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (9/11/2019). Simulasi tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan standar operasional kesiagaan dan keamanan di perbatasan. Sebanyak 450 personel akan diberangkatkan untuk pengamanan daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini selama sembilan bulan melalui jalur laut mengunakan kapal perang KRI Banda Aceh dari pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (11/11/2019) mendatang. ANTARA JABAR/M Ibnu Chazar/agr
Seorang prajurit Yonif Para Raider 305 berswafoto bersama anaknya usai mengikuti upacara pelepasan Satgas Pamtas RI-PNG di Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (9/11/2019). Sebanyak 450 personel akan diberangkatkan untuk pengamanan daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini selama sembilan bulan melalui jalur laut mengunakan kapal perang KRI Banda Aceh dari pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (11/11/2019) mendatang. ANTARA JABAR/M Ibnu Chazar/agr
Prajurit Yonif Para Raider 305 meneriakkan yel-yel saat mengikuti upacara pelepasan Satgas Pamtas RI-PNG di Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (9/11/2019). Sebanyak 450 personel akan diberangkatkan untuk pengamanan daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini selama sembilan bulan melalui jalur laut mengunakan kapal perang KRI Banda Aceh dari pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (11/11/2019) mendatang. ANTARA JABAR/M Ibnu Chazar/agr