"Strategi kampanye bisa dilakukan dengan kampanye kearifan lokal tergantung ciri khas daerahnya," kata Juru Bicara TKD Jawa Barat, MQ Iswara saat acara Konsolidasi Partai Koalisi Pemenangan Jokowi-Amin di Kabupaten Garut, Sabtu.
Ia menuturkan, setiap partai politik, maupun calon legislatif harus memiliki cara kampanye yang berbeda disesuaikan dengan kondisi daerahnya masing-masing agar lebih menarik dan mendapat perhatian masyarakat.
Seperti kampanye dengan membagikan dodol sebagai ciri khas Garut, menurut Iswara, merupakan cara yang menarik sebagai salah satu kampanye kearifan lokal.
"Tentunya dalam kampanye harus berbeda, setiap partai dan setiap caleg harus punya cara sendiri," katanya.
Iswara menambahkan, cara lain kampanye untuk memenangkan pasangan Jokowi-Maruf yaitu melalui media massa surat kabar, elektronik maupun media sosial yang dapat membantu menyampaikan informasi lebih luas.
Selain itu, lanjut dia, menemui langsung masyarakat, termasuk mendatangi setiap pondok pesantren, bersilaturahmi dengan kiai atau ulama untuk meminta doa dan dukungan.
"Wajib hukumnya kita untuk datang ke kiai dan tokoh ulama," kata Iswara didampingi Ketua Partai Golkar Kabupaten Garut, Ade Ginanjar.
Ia menambahkan, sisa waktu kampanye selama 14 hari akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mengampanyekan pasangan Calon Presiden Jokowi-Maruf.
Ia berharap, 10 partai politik pengusung nomor urut 01 lebih ditingkatkan sosialisasi pasangan Jokowi-Maruf kepada seluruh elemen masyarakat di Jabar.
"Kami wajibkan semua caleg di partai pengusung untuk berkampanye Jokowi dan memasang gambar Jokowi di media kampanyenya," katanya.
Baca juga: TKD Jabar siap dorong DPR untuk selesaikan DOB Garsel
Baca juga: Program pemerintah disosialisasikan di pelosok desa Garut
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Staf Redaksi Jabar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.