Bandung (Antaranews jabar) - Rachmad Imron, tokoh dibalik lahirnya game DreadOut sekaligus game developer asal Bandung Digital Happiness mengaku bangga karena game bertema horor kreasinya diangkat ke layar lebar oleh sutradara Kimo Stamboel.

"Aku sangat antusias sekali, akhirnya setelah menunggu sekian lama, game DreadOut diangkat ke layar lebar. Aku percayakan game unu untuk digarap menjadi film layar lebar kepada goodhouse.id sebagai rumah produksinya," kata Rachmad Imron, ketika dihubungi melalui telepon, Kamis.

Film DreadOut diangkat dari game horror PC buatan developer Indonesia pertama yang sukses secara internasional dan rumah produksi Goodhouse.id dipercaya untuk menggarap dalam film bergenre horor ini.

"Karena teman-teman sendiri yang menjadi produsernya, jadi walaupun sangat serius penggarapannya tetapi aura kerjanya sangat kekeluargaan. Apalagi ada Kimo Stamboel goodhouse.id yang ikut terlibat dalam film ini menjadi produser merangkap jadi sutradaranya," kata dia.



Dirinya mengaku salah seorang penggemar dari sutradara Kimo Stamboel. "Saya udah lama nge-fans sama film-filmnya Kimo, jadi kebayang pasti DreadOut jadi film bakalan keren banget," kata Rachmad Imron.

DreadOut berhasil menjadi game indie horror yang populer di platform internasional STEAM dan menjadi semakin popular ketika PewDiePie (youtuber Internasional) memberikan review positif terhadap game ini.

Beberapa hari lalu, sejumlah pemain DreadOut The Movie menyapa pecinta anime dan games di acara Korea X Japan Festival Bandung. 

Acara ini sekaligus dilakukan untuk mempromosikan film besutan Sutradara Kimo Stamboel yang akan tayang awal tahun 2019.

Dalam acara ini hadir, Caitlin Halderman yang berperan sebagai Linda dan Irsyadillah yang berperan sebagai Beni dalam film DreadOut hadir memeriahkan acara.

Selain itu, salah satu produser film DreadOut Wida Handoyo dan tokoh dibalik lahirnya game DreadOut, Rachmad Imron dari game developer asal Bandung Digital Happiness juga hadir dalam acara ini.

"Senang banget bisa datang ke Bandung kota asal kelahiran game DreadOut. Buat aku, keterlibatanku di film ini seru banget, karena DreadOut akan jadi film horor pertama aku," kata salah seorang pemain Caitlin.

Ciatlin menuturkan biasanya dirinya berakting di film bergendre drama dan keterlibatannya di film ini menjadi pengalaman pertama bagi dirinya berakting di film bergendre horor.

"Aku biasanya drama, baru pertama kali sepanjang karirku di film aku harus intense latihan endurance, persiapan sebelum mulai produksinya pun matang. Buat aku bisa main di film horror sekelas DreadOut, apalagi sutradaranya Mas Kimo it`s a bless and big opportunity," lanjut Caitlin.

Film DreadOut ini sendiri menceritakan tentang sekelompok siswa SMA. Berawal dari iri hati dan harapan mendapatkan popularitas di media sosial, sekelompok siswa SMA ini pergi ke apartemen kosong.



Mereka sengaja bermain-main di gedung tersebut dan merekam kegiatan mereka selama disana. Tidak sengaja, mereka membuka portal misterius dan membangunkan setan yang dapat menyeret mereka ke dalam neraka.

Film DreadOut akan memberikan warna baru untuk industri perfilman khususnya film horor , karena diadopsi dari sebuah produk game. Film ini didukung oleh pemain-pemain muda yang bertalenta.

Keunikan dari game DreadOut adalah game horor yang mengangkat kisah petualangan Linda bersama teman-temannya yang menyelamatkan diri dari serangan para hantu seperti pocong, kuntilanak, tuyul, sundel bolong sampai dengan babi ngepet.

"Kami dari goodhouse.id merasa tersanjung dipercaya oleh digital happiness untuk mengangkat game legendarisnya ke layer lebar. Oleh karena itu kami tidak main-main dalam mempersiapkannya," kata Produser film DreadOut Wida Handoyo.

Wida mengatakan pengembangan skrip untuk film ini memakan waktu empat tahun ditambah fase pra produksi enam bulan.

"Jadi kami memastikan semua siap, baru kami berani syuting. Waktu syuting sendiri dilakukan selama 33 hari di beberapa lokasi di Jakarta, Ciawi dan Cibodas," kata dia.

"Dengan menggabungkan kekuatan potensi market dari penggemar film horror dan komunitas gamers yang sangat besar di Indonesia, sekaligus menjadi film pertama yang diangkat dari game buatan Indonesia, kami optimistis film ini akan mendampatkan sambutam positif dari masyarakat" ujar dia

Film DreadOut akan rilis Januari 2019, disutradarai dan diproduseri oleh Kimo Stamboel (Rumah Dara, Killers Headshot), Wida Handoyo (Petak Umpet Minako 2017) dan Edwin Nazir (9 Summers 10 Autumns 2013).

Film ini diperankan oleh Caitlin Halderman sebagai Linda, Jefri Nichole sebagai Erik, Marsha Aruan sebagai Jessica, Ciccio Manassero sebagai Alex, Susan Sameh sebagai Dian, Mike Lucock sebagai Satpam Heri, Hannah Al Rashid sebagai ibu guru Siska, Salvita De Corte sebagai Mama Linda dan Miller Khan sebagai Ketua Cult.


 

Pewarta: ASJ
Editor : Ajat Sudrajat

COPYRIGHT © ANTARA 2026