Cianjur (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan mitigasi dampak dan ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian berkoordinasi dengan instansi terkait mulai dari daerah hingga pusat.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Cianjur Dadan Hendrayana di Cianjur, Jumat, mengatakan mitigasi dampak dan ancaman kekeringan dilakukan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, BBWS Citarum, Dinas TPH Provinsi, dan Dinas PUTR Cianjur.

Dimana koordinasi dilakukan guna memastikan kondisi saluran irigasi baik primer, sekunder dan tersier serta saluran atau bendungan yang mengalami gangguan fungsi dapat segera dilakukan perbaikan.

"Kami juga memastikan beberapa daerah irigasi sudah mendapatkan perbaikan dan normalisasi seperti Daerah Irigasi Cibalagung, Ciheulang dan Cihea, sehingga kebutuhan air untuk pertanian dapat terjaga ketika musim kemarau panjang," katanya.

Termasuk mempersiapkan fasilitas pengendalian kekeringan seperti pompanisasi air permukaan yang dilakukan sejak tahun 2025 sebanyak 11 Unit yang sudah disebar di delapan kecamatan mulai dari utara hingga selatan.

Dia menjelaskan pompanisasi di bangun di Kecamatan Cidaun sebanyak 1 unit, Cijati sebanyak 2 unit, Cilaku sebanyak 2 unit, Agrabinta sebanyak 1 unit, Cibinong 1 unit, Leles 1 unit, Cibeber 1 unit, dan Kadupandak 2 unit.

Termasuk sejak tahun 2025 telah menyalurkan bantuan sebanyak 244 unit pompa air ke seluruh kecamatan di Kabupaten Cianjur dengan harapan dapat berfungsi saat musim kemarau tahun ketika terdampak kekeringan.

“Kami melakukan mitigasi terkait pola pembagian air di daerah irigasi yang sudah dikelola dengan baik, dan penjadwalan-nya ditentukan dalam Rencana Tata Guna Lahan dan Air (RTGR),” katanya.

Pihak dinas melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Kepala UPTD Pertanian, Kepala UPTD Pengairan, dan P3A Mitra Cai, khususnya untuk mengatur jadwal penggunaan air irigasi khususnya di beberapa lokasi daerah irigasi.

Bahkan Pemerintah daerah juga telah memfasilitasi bantuan benih padi baik yang reguler maupun yang berumur pendek, seperti Varietas Pajajaran, Cakrabuana, Inpari 19, M70D dan lainnya.

Terdata sepanjang tahun 2026 luas tanam padi Cianjur telah yang sudah ditanami sekitar 86.369 hektare, dimana sekitar 11.183 hektare diantaranya ditanam benih bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian, 40 persen diantaranya adalah varietas genjah atau Pajajaran.

Merujuk data laporan berkala dari Balai Proteksi Tanaman Dinas TPH Provinsi Jabar, pada periode 16-30 Juni 2026 lahan sawah yang terancam kekeringan sebanyak 201 hektar yang tersebar di 8 kecamatan.

"Dari delapan kecamatan, lima kecamatan diantaranya mengalami dampak kekeringan tahap ringan dengan total lahan seluas 9,5 hektare dengan rincian 2 hektar di Kecamatan Naringgul, 3 hektar di Gekbrong, 1 hektar di Cilaku , 2 hektar di Cikalongkulon, dan 1,5 hektar di Kecamatan Haurwangi.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026