Bandung Barat (ANTARA) - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya bermain layang-layang di jalur operasional kereta cepat Whoosh dan sekitarnya.
Manajer Corporate Communication KCIC, Emir Monti,l menegaskan pendekatan yang dilakukan saat ini adalah edukasi kepada masyarakat, bukan pelarangan, agar warga memahami risiko keselamatan dari aktivitas tersebut di sekitar jalur kereta cepat.
“Untuk layang-layang, kami memberikan edukasi pada masyarakat bukan berarti melarang tapi menjelaskan dampaknya,” kata Emir Monti di Padalarang, Bandung Barat, Selasa.
Ia mengatakan bahwa aktivitas bermain layang-layang yang meningkat menjelang libur sekolah dan musim kemarau kerap memicu gangguan operasional akibat benang atau layangan putus yang terbawa angin hingga masuk ke area lintasan kereta cepat.
“Ya terkait layang-layang, menyambut libur sekolah dan kemarau kami melihat adanya potensi bahaya dan gangguan pada perjalanan Whoosh akibat layang-layang,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa gangguan paling sering terjadi di lintasan Padalarang hingga Bandung dengan beberapa kasus perjalanan Whoosh bahkan harus dihentikan sementara demi keselamatan operasional.
Emir menyebut meski permainan dilakukan di luar area jalur, benang layang-layang yang putus dapat terbawa angin dan masuk ke trase kereta cepat sehingga berisiko mengganggu perjalanan.
“Ketika layangannya putus dengan benang menjuntai, maka terbawa angin dan masuk ke jalur Whoosh,” ujarnya.
Selain edukasi, KCIC juga melakukan pengecekan rutin untuk memastikan jalur tetap aman dari benda asing serta potensi gangguan lain, termasuk satwa liar di sepanjang lintasan Padalarang hingga Purwakarta.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KCIC edukasi warga terkait bahaya bermain layangan di jalur Whoosh
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026