Tasikmalaya (ANTARA) - Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, siap siaga membantu masyarakat menangani dampak bencana kekeringan saat musim kemarau agar bisa mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Tagana menyiapkan kesiapan kendaraan tangki air untuk operasional distribusi air," kata Ketua Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya di Tasikmalaya, Selasa.
Ia menuturkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pertengahan tahun diprediksi ada fenomena Godzilla El Nino yakni kemarau panjang.
Karena itu pihaknya maupun instansi lainnya seperti PDAM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan persiapan untuk menghadapi kekeringan atau membantu masyarakat yang kesulitan air bersih dampak musim kemarau.
"Tagana koordinasi dengan BPBD dan PDAM Sukapura serta pemerintah daerah setempat yang disinyalir terdampak kekeringan, dilihat dari database kebencanaan tahun 2024/2025," katanya.
Ia menyampaikan seperti yang saat ini disiapkan Tagana Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya yakni selain kekuatan personel, juga disiagakan truk tangki air dengan kapasitas 6.000 liter.
Truk tersebut, kata dia, siap mendistribusikan air bersih kapan saja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan air dampak musim kemarau di berbagai daerah.
Ia mengatakan truk tangki air Tagana maupun instansi lainnya akan mendistribusikan langsung ke rumah penduduk maupun memasok ke tempat penampungan air umum yang sudah disiapkan masyarakat di daerah terdampak kekeringan.
"Kapasitas 6.000 liter biasanya untuk satu RT, tapi tergantung daripada warga itu sendiri kapasitas penampungan air yang mereka ambil, ada juga permintaan langsung diisi di penampungan air umum," katanya.
Ia menyampaikan saat ini Tagana Kabupaten Tasikmalaya sudah melakukan pemetaan titik rawan kekeringan, antara lain Kecamatan Cigalontang, Salawu, Puspahiang, Taraju, Singaparna, Jamanis, Cineam, dan Cipatujah.
Sampai saat ini, lanjut dia, masyarakat di daerah rawan kekeringan tersebut belum melaporkan kesulitan air bersih karena daerahnya masih sering terjadi hujan.
"Sampai saat ini belum ada permintaan air bersih karena di sebagian wilayah masih terjadi hujan," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026