Sumedang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus memperkuat imunisasi dan respons terhadap kasus campak di wilayah itu, meskipun saat ini tidak terdapat peningkatan kasus yang signifikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang Surdi Surdiana mengatakan kasus campak yang terkendali tersebut tidak membuat pihaknya lengah dalam melakukan pengawasan.

“Meski tidak ada peningkatan terkait campak, kami tetap waspada dan memperkuat sistem pelaporan serta vaksin di berbagai fasilitas kesehatan,” ujarnya di Sumedang, Rabu.

Ia menjelaskan seluruh puskesmas diminta tetap melaporkan temuan kasus campak secara rutin setiap hari sebagai bagian dari deteksi dini dan respons cepat penanganan penyakit.

“Kami sudah minta puskesmas membuat laporan setiap 24 jam terkait kasus campak yang ditemukan di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes Jawa Barat (Jabar), sepanjang tahun 2025 tercatat 1.785 kasus positif campak di wilayah tersebut, meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya 271 kasus.

Pada periode Januari hingga Februari 2026 saja, kata dia, sudah ditemukan 252 kasus di berbagai daerah, yang menandakan potensi penyebaran yang harus diawasi.

Surdi menegaskan langkah tersebut penting dilakukan untuk memastikan setiap kasus dapat segera ditangani, sekaligus mencegah potensi penyebaran lebih luas di masyarakat, mengingat kasus sebelumnya ditemukan hampir merata di berbagai wilayah.

Selain penguatan pelaporan, Dinkes juga telah menyiapkan mekanisme penanganan jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan kasus, termasuk koordinasi cepat antara puskesmas dan tenaga kesehatan di lapangan.

“Kami juga sudah menyiapkan skenario penanganan apabila terjadi lonjakan kasus agar respons bisa cepat dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian Surdi menegaskan bahwa kondisi kasus campak saat ini masih relatif terkendali dan belum mengarah pada kejadian luar biasa.

Hal itu berdasarkan evaluasi data yang menunjukkan Sumedang tidak termasuk wilayah yang membutuhkan Outbreak Response Immunization (ORI) seperti beberapa daerah lain di Jawa Barat.

Di sisi lain upaya pencegahan melalui imunisasi rutin juga difokuskan menyasar bayi dan balita sebagai kelompok paling rentan terhadap campak.

Dinkes mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta segera mengakses fasilitas kesehatan apabila ditemukan gejala agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026