Garut (ANTARA) - Sejumlah personel kepolisian mengevakuasi pemudik yang mengalami kecelakaan tunggal diduga mabuk karena pengaruh minuman keras saat mengendarai sepeda motor di Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis pagi.
Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi membenarkan adanya kejadian kecelakaan tunggal kendaraan sepeda motor berboncengan yang mengalami tabrakan di Garut saat melakukan perjalanan mudik dari Jakarta ke Tasikmalaya.
"Pemuda tersebut diamankan dan dibawa ke Polres Garut guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Susilo Adhi.
Ia menuturkan, insiden kecelakaan tunggal di Jalan Sudirman, Kabupaten Garut terjadi menimpa pemuda yang merupakan pemudik menggunakan kendaraan sepeda motor.
Personel yang siaga pengamanan di jalur mudik itu, kata Adhi, saat mengetahui ada laporan kecelakaan, langsung bergerak cepat mengecek lokasi kejadian, dan mendapati satu sepeda motor jatuh di jalan.
"Adanya kejadian tersebut, anggota kepolisian yang tengah bertugas di pos pengaturan segera mendatangi lokasi, dan membantu proses evakuasi para korban," katanya.
Ia menyampaikan, petugas melakukan pertolongan untuk memastikan kondisi pemuda yang mengalami kecelakaan, setelah dicek dalam kondisi selamat.
Namun petugas, lanjut dia, mencurigai pemuda tersebut dalam kondisi pengaruh minuman keras, selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan diketahui membawa minuman keras.
"Kecurigaan tersebut diperkuat saat dilakukan pemeriksaan lanjutan menemukan lima botol minuman keras," katanya.
Ia menyampaikan, seluruh pemuda yang diduga dalam pengaruh minuman keras itu langsung dibawa ke Markas Polres Garut untuk pemeriksaan lebih lanjut dan dilakukan tes urine.
Polisi yang melakukan pengamanan tersebut, kata Adhi, memberikan pembinaan agar tidak mengendarai sepeda motor atau melakukan perjalanan mudik dengan pengaruh minuman keras karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
"Para pemudik agar selalu menjaga keselamatan dalam berkendara dan tidak mengonsumsi minuman keras sebelum maupun saat perjalanan, demi menghindari hal-hal yang dapat membahayakan," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026