Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan uang kompensasi sebesar Rp50.000 per hari kepada setiap penyapu koin di Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu-Subang, Jabar guna memastikan kelancaran arus mudik sekaligus menjamin keselamatan pengendara pada Lebaran 2026.

Kebijakan insentif tunai ini, diambil sebagai solusi untuk menghentikan aktivitas warga yang biasa mengumpulkan koin di badan jalan, yang selama ini kerap memicu ketersendatan arus lalu lintas di jalur utama arteri Pantura tersebut.

"Saya kasih uang lebaran, tidak boleh cari koin di jalur Indramayu-Subang," kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Jumat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Ade Afriandi menjelaskan bahwa kompensasi akan diberikan selama 12 hari, terhitung sejak enam hari sebelum (H-6) hingga enam hari setelah (H+6) Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Selama tidak beraktivitas, ada kompensasi dari Pemprov sebesar Rp50.000 per orang per hari, dikali 12 hari," ujar Ade menambahkan.

Berdasarkan pendataan sementara hingga Selasa (17/3), tercatat ada 104 pencari koin di Desa Sukra, Indramayu, dan 55 orang di Desa Karanganyar, Subang.

Namun, Pemprov Jabar akan melakukan pendataan ulang melalui perangkat RT/RW untuk menyisir para pencari koin musiman yang kerap muncul akibat faktor ekonomi dan tradisi turun-temurun.

Dedi meminta seluruh warga yang terlibat dalam aktivitas penyapuan koin untuk segera berkoordinasi dengan kepala desa setempat guna proses verifikasi data penerima kompensasi.

Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan jalur penghubung Subang-Indramayu tetap steril dari hambatan samping selama puncak arus mudik dan balik berlangsung.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026