Kota Bandung (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat mengimbau ratusan biro perjalanan umrah untuk menunda sementara waktu keberangkatan jamaah menyusul peningkatan ketegangan di Timur Tengah.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar Boy Hary Novian mengatakan imbauan tersebut ditujukan kepada 649 travel umrah yang terdaftar di wilayah itu, sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.
“Kalaupun yang sudah mempunyai jadwal bisa melakukan penjadwalan ulang seperti itu. Karena memang dari penerbangan pun memberikan opsi untuk bisa melakukan reschedule seperti itu,” kata dia di Bandung, Selasa.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya penundaan keberangkatan umrah dari biro perjalanan di Jawa Barat.
Ia juga mengaku belum mendapatkan arahan resmi dari pemerintah pusat terkait dengan kebijakan penundaan tersebut.
“Kita masih menunggu dari pusat. Karena kan ketika dia terdaftar di Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus) baru bisa ketahuan dia melakukan perjalanan ibadah umrah. Kalau belum masuk ke dalam Siskopatuh itu belum bisa dihitung dalam data,” ujarnya.
Boy menyebutkan saat ini terdapat lebih dari 3.000 anggota jamaah berasal dari Jawa Barat yang masih melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci dan dalam kondisi aman.
“Ada sekitar tiga ribuan jamaah Jawa Barat yang memang masih melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci pada saat ini. Itu informasi dari pusat yang kita dapat,” katanya.
Ia memastikan hingga kini tidak ada penutupan bandara di Arab Saudi, sedangkan jadwal kepulangan jamaah umrah tetap normal.
“Memang dari awal tidak ada penutupan bandara. Di Arab Saudi tetap berjalan seperti biasa. Masih bisa melakukan perjalanan atau rute penerbangan seperti biasa,” ujar dia.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026