Bandung (ANTARA) - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memastikan penguatan layanan akademik dan pembinaan bagi mahasiswa penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah seusai peningkatan anggaran menjadi Rp15,32 triliun pada 2026 dari sebelumnya Rp14,9 triliun.
Kepala Divisi Kesejahteraan dan Layanan Mahasiswa UPI Saripudin dalam keterangan di Bandung, Rabu, mengatakan pihaknya memastikan memperkuat pendampingan akademik mahasiswa agar dapat lulus tepat waktu dan berprestasi.
“UPI memastikan mahasiswa penerima KIP Kuliah memperoleh pembebasan biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup sesuai ketentuan. Kami juga memperkuat pendampingan akademik agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu dan berprestasi,” katanya.
Pihaknya melakukan penyesuaian mekanisme verifikasi dan validasi penerima agar bantuan semakin tepat sasaran dan transparan, sejalan dengan kebijakan distribusi berbasis data tersebut.
Selain pembebasan biaya pendidikan, dia juga menyebut bahwa kampus memperkuat pembinaan karakter dan kepemimpinan, pengembangan kompetensi serta keterampilan, hingga fasilitasi kegiatan kemahasiswaan dan prestasi.
“Mahasiswa penerima KIP Kuliah tersebar di berbagai fakultas dan program studi, mulai dari pendidikan, sains, teknologi, sosial-humaniora, seni hingga olahraga. Kehadiran mereka memperkaya dinamika akademik di kampus,” ujarnya.
Sejak 2025, distribusi KIP Kuliah dilakukan berbasis data dan hasil seleksi nasional dengan prioritas diberikan kepada siswa pemegang KIP SMA/sederajat atau yang terdata dalam DTKS dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 hingga 4.
Dirinya juga menjelaskan bahwa penerima prioritas merupakan mahasiswa yang lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
UPI juga optimistis peningkatan anggaran KIP Kuliah dan sistem distribusi berbasis data akan semakin mendorong lahirnya lulusan unggul dan berdaya saing global.
“Bagi kami, KIP Kuliah bukan hanya bantuan finansial, tetapi bagian dari investasi pendidikan jangka panjang untuk mencetak generasi unggul,” katanya.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026