Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan normalisasi sungai Citalahab sebagai langkah pencegahan agar tidak lagi terjadi banjir di kawasan tersebut.

"Agar tidak terjadi lagi banjir, diperlukan normalisasi di sepanjang sungai Citalahab kurang lebih 2-3 kilometer," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani di Ciamis, Rabu.

Ia menuturkan hujan deras yang mengguyur wilayah Ciamis sejak beberapa hari ke belakang menyebabkan terjadinya banjir dan longsor di sejumlah daerah, salah satunya banjir yang melanda Kecamatan Pamarican, karena adanya tanggul jebol, kemudian air meluap ke pemukiman warga.

"Banjir di Pamarican dikarenakan tanggul jebol, kronologis penyebabnya hujan intensitas tinggi," katanya.

Ia menyebutkan selain Pamarican, juga ada banjir yang melanda Ciparay, Kecamatan Cidolog yang sudah dilakukan penanganan dan memastikan masyarakat selamat.

BPBD Ciamis, kata dia, sudah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy untuk perbaikan tanggul yang jebol agar aliran air tidak meluap menggenangi rumah warga.

"Penanganannya kita koordinasikan ke BBWS, dan BBWS saat ini sedang melaksanakan perbaikan tanggul jebol," katanya.

Ia menambahkan selain melakukan normalisasi aliran sungai, dan perbaikan tanggul, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi lingkungan hidup di hulu sungai.

Daerah hulu sungai, kata dia, tidak boleh ada kegiatan penebangan pohon secara ilegal, dan sebaiknya dilakukan penanaman pohon untuk mencegah terjadinya bencana banjir maupun longsor.

"Di hulu sungai agar tidak dilakukan penebangan pohon liar atau ilegal logging, dan tetap melakukan reboisasi," katanya.

Sebelumnya, Senin (9/2), bencana banjir luapan sungai menggenangi pemukiman penduduk, sehingga warga sementara harus mengungsi ke tempat lebih aman.

BPBD Ciamis sudah melakukan penanganan masyarakat yang terdampak dengan memberikan bantuan logistik, dan saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Ada 47 jiwa yang mengungsi, namun sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing," katanya.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026