Tanda lainnya yang perlu diwaspadai seperti merasakan perasaan putus asa, mati rasa emosional, atau rasa bersalah berlebihan, sulit berfungsi dalam aktivitas harian (kerja, sekolah, relasi), menghindari berita secara ekstrem atau sebaliknya, kompulsif mengecek berita hingga muncul pikiran menyakiti diri atau keinginan “menghilang”.
“Apabila gejala-gejala ini sangat mengganggu keberfungsian atau semakin memburuk, maka individu sangat disarankan untuk mencari bantuan professional seperti psikiater atau psikolog klinis untuk memprosesnya,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Waspadai kelelahan mental akibat paparan arus informasi
Pewarta: Sri Dewi LarasatiEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026