Selain itu, ia memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan pendampingan bagi keluarga PMI melalui program pemberdayaan ekonomi.
Pendampingan tersebut, kata Novi, diarahkan pada pengembangan usaha mikro agar keluarga PMI memiliki aktivitas ekonomi produktif selama anggota keluarganya bekerja di luar negeri.
“Pola UMKM akan kita jalankan. Orang tua PMI akan berwirausaha dengan dukungan dana dari anak-anaknya yang bekerja di Jepang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bank BJB Cabang Sumber Kurniawan Teguh Ariwinarto mengatakan pihaknya mendukung program tersebut dengan menyediakan fasilitas KUR khusus bagi peserta magang Jepang binaan LPPR.
Sesuai ketentuan BP2MI, kata dia, batas maksimal pembiayaan mencapai Rp45 juta dengan skema KUR tanpa agunan dan suku bunga sebesar enam persen per tahun.
“KUR ini berada di bawah plafon Rp100 juta dan diberikan tanpa agunan,” kata Kurniawan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Disnaker Cirebon fasilitasi program KUR bagi PMI tujuan Jepang
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026