Bandung (ANTARA) - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menghimpun 507 kepala sekolah SMK di Jawa Barat guna mempercepat program SMK Go Global sebagai langkah awal peningkatan standar lulusan ke jenjang kompetensi internasional.

Ke-507 kepala SMK di Jabar itu dikumpulkan Muhaimin dalam Workshop Kepala Sekolah SMK Go Global di Bandung, Senin, yang terdiri atas 355 peserta mengikuti kegiatan secara luring dan 152 peserta melalui daring, sebagai tahap penajaman strategi untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja dunia.

"Pasar kerja global menuntut standar baru. Karena itu, dari hulu sampai hilir, mulai kurikulum hingga kesiapan siswa berangkat ke luar negeri, semua harus kita benahi bersama," ujar Muhaimin di lokasi.

Ia menegaskan bahwa pola pendidikan lama tidak lagi memadai menghadapi kebutuhan industri internasional yang terus berubah. Perubahan pola pikir, pemutakhiran kompetensi bertaraf global, serta penguatan jejaring lintas negara menjadi fondasi yang harus segera dipenuhi.

Dalam forum ini, Muhaimin memaparkan tiga langkah sederhana namun krusial bagi sekolah untuk mempercepat implementasi SMK Go Global.

Pertama, sekolah diminta menentukan negara tujuan sesuai kompetensi kejuruan. Ia mencontohkan Jepang yang membutuhkan tenaga perawat, Jerman untuk teknisi, Korea Selatan untuk sektor manufaktur, dan Eropa Timur untuk bidang perhotelan.

Kedua, sekolah wajib menyiapkan pembelajaran bahasa sekaligus budaya kerja negara tujuan.

"Tidak cukup bisa bahasanya saja. Cara berpikir, etos kerja, dan disiplin global harus dipahami siswa agar mereka bukan hanya diterima bekerja, tetapi mampu beradaptasi," ujarnya.

Ketiga, sekolah didorong menggandeng dunia usaha dan industri, termasuk lembaga pelatihan internasional, untuk memperluas akses karier global bagi lulusan.

"Saya optimistis semua target dapat tercapai. Koordinasi antar-kementerian perlu diperkuat, dan pihak swasta harus menjadi bagian dari gotong royong ini," kata Muhaimin.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026