Garut, Jawa Barat (ANTARA) - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebutkan sebanyak 24 kelompok tani menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan total anggaran sebesar Rp2 miliar untuk menunjang kegiatan usaha pertanian agar lebih produktif dan efisiensi.
"Adanya bantuan ini untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya," kata Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertan Kabupaten Garut Ardhy Firdian di Garut, Jabar, Selasa.
Ia menuturkan Dispertan Garut setiap tahun mengalokasikan anggaran dan juga mengusulkan bantuan ke pemerintah provinsi, maupun pusat untuk program bantuan alsintan.
Ia menyebutkan bantuan tahun ini diberikan untuk 24 kelompok tani yang ada di Kecamatan Caringin, Pameungpeuk, Cibatu, Pasirwangi, Pakenjeng, Cibalong, Balubur Limbangan, dan Banyuresmi dengan jenis bantuan berbeda-beda.
Kelompok tani, kata dia, mendapatkan bantuan traktor roda empat dan roda dua, pompa air, mesin pemipil jagung, dan mesin perontok padi, serta asuransi tani.
"Dengan adanya premi asuransi bisa memberikan kenyamanan dan kepastian usaha bagi para petani," katanya.
Ia menyampaikan Dispertan Garut saat ini juga sedang menyusun rencana mengusulkan bantuan alsintan, benih, dan pupuk untuk kelompok petani di tahun anggaran 2026 ke provinsi dan pusat.
"Untuk tahun depan kami juga sedang menyusun rencana bantuan dari kementerian maupun dari pemda provinsi, baik berupa benih, pupuk maupun alsintan," katanya.
Sementara itu, area lahan di Garut tercatat sekitar 307.407 hektare, dari lahan tersebut sekitar 190 ribu hektare merupakan lahan pangan produktif seperti persawahan di lahan basah dan kering.
Khusus lahan sawah produktif seluas 46.816 hektare dan terdapat lahan tadah hujan seluas 11.240 hektare dengan hasil produksi padi 2024 mencapai 796.019 ton gabah kering panen (GKP) atau melebihi target 665.565 ton GKP.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026