“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan ini karena dialog seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman moderat agar masyarakat terhindar dari paham yang mengancam keutuhan NKRI,” ujar Shadiq.
Ia menyoroti bahwa menurut data BNPT tahun 2023, Indonesia berhasil mencatat zero attack terrorism atau nol serangan terorisme, sebuah capaian luar biasa berkat kerja keras semua pihak.
Namun, Shadiq mengingatkan masyarakat agar tidak lengah karena pola ancaman kini semakin halus dan menyusup melalui ruang digital, terutama lewat media sosial dan permainan daring.
Untuk itu, dia menekankan Dialog Kebangsaan harus terus digelorakan agar nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat toleransi tertanam kuat, terutama di generasi muda.
Shadiq menyatakan pihaknya mendukung penuh program BNPT yang mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan inklusif dalam menangani persoalan radikalisme. Dirinya menilai pendekatan tersebut jauh lebih efektif dibandingkan berbagai langkah represif lainnya.
“Pendekatan yang mengedukasi masyarakat dan memberdayakan keluarga jauh lebih membekas. Semua pihak perlu berpartisipasi aktif, dan saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di Padang saja, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Dialog Kebangsaan yang digelar di Padang tersebut merupakan hasil kolaborasi BNPT dan Komisi XIII DPR RI, yang dihadiri kurang lebih 200 peserta dari berbagai organisasi perempuan di Kota Padang.
Pada sesi dialog interaktif, tampil empat orang narasumber, yaitu Direktur Pencegahan BNPT Prof. Irfan Idris, Ketua PW Aisyiyah Sumbar Syur’aini M.Pd., dosen UIN Imam Bonjol Ka’bati, dan mantan narapidana terorisme (napiter) Devi Rusli.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPT: Ada upaya menyusupkan paham radikal lewat game online
Pewarta: Agatha Olivia VictoriaEditor : Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026