Cirebon (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk budidaya ikan lele berbasis bioflok di Kecamatan Jamblang guna meningkatkan keterampilan dan produktivitas pembudidaya.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon Sudiharjo di Cirebon, Kamis, mengatakan pendampingan tersebut dilakukan agar masyarakat mampu mengelola usaha perikanan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Dengan adanya bantuan bioflok bersama ikan lele dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini, kami mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Jamblang,” katanya.

Ia menyampaikan pihaknya telah memberikan pembinaan teknis kepada masyarakat yang terlibat dalam aktivitas budidaya tersebut, mulai dari persiapan kolam hingga proses panen.

Menurut dia, budidaya lele berbasis bioflok membutuhkan pemahaman khusus karena memiliki tantangan dalam pengelolaan ekosistem.

“Dalam budidaya ini ada potensi kanibalisme antarikan, sehingga perlu dilakukan sortir secara rutin setiap bulan,” ujarnya.

Atas dasar tersebut, DKPP rutin memberikan edukasi terkait manajemen pakan, pengendalian kualitas air, serta teknik panen agar hasil produksi optimal.

Sudiharjo menuturkan hasil budidaya tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan demikian, lanjut dia, terbentuk rantai pasok berbasis lokal yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Pihaknya mendata ada delapan desa di Kabupaten Cirebon dengan total 24 kolam bioflok, yang sudah mendapatkan fasilitas dari BNPT untuk melaksanakan program budidaya tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Orimalang Cirebon Rudiyanto menyampaikan program tersebut turut memberikan dampak sosial positif di masyarakat.

“Melalui program ini, kami membentuk tim penggerak Desa Siapsiaga yang bergerak dari RT ke RT untuk memberikan edukasi pencegahan radikalisme,” katanya.

Ia mengungkapkan, kolam bioflok di desanya telah berjalan dengan baik dan menghasilkan panen secara berkelanjutan.

“Di desa kami sudah lebih dari 10 kali panen. Satu siklus itu tiga bulan dengan panen parsial,” ujarnya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026