Jakarta (ANTARA) - Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi ketidakpastian atas tarif perdagangan yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Meningkatnya ketidakpastian atas tarif perdagangan Trump, setelah pengadilan banding memutuskan pekan lalu bahwa tarif tersebut ilegal," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa sore menguat sebesar 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.414 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.419 per dolar AS.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat ke level Rp16.418 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.463 per dolar AS.
Menurut Ibrahim, kendati pengadilan banding menyatakan tarif Trump dapat tetap berlaku hingga pertengahan Oktober, namun Presiden AS mengkritik keputusan tersebut dan mengatakan akan menggugat putusan itu di Mahkamah Agung.
Pewarta: M Baqir Idrus AlatasEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026