Antarajabar.com - Sejumlah pemuda pengangguran di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendapatkan program pemberdayaan dalam pengembangan peternakan sapi sehingga memiliki penghasilan untuk kebutuhan hidupnya.
        
"Sekarang sudah ada 16 anak-anak (pemuda) yang dari awal tidak bisa apa-apa, sekarang sudah punya ilmu mengembangkan sapi," kata Ketua Kelompok Peternak Garu Harapan Jaya, Saeful Anwar (50) di Garut, Senin.
        
Ia menuturkan, pemuda yang terlibat dalam pengembangan sapi potong di Kecamatan Cikelet itu merupakan anak lulusan SMA dan putus sekolah yang tidak ada aktivitas pekerjaan.
        
Mereka, lanjut dia, diajak untuk bergabung dalam Kelompok Peternakan Garu Harapan Jaya dalam pembibitan dan penggemukan sapi.
        
"Alhamdulillah sekarang anak-anak sudah berhasil, hasilnya (sapi) sekarang banyak," katanya.
        
Ia mengungkapkan, peternakan sapi yang digelutinya sudah berjalan sejak 2004 dari semula hanya mengurus 24 ekor sekarang menjadi 106 ekor sapi.
        
Sapi yang dikelolanya itu, kata dia, bukanlah milik para kelompoknya itu, tetapi milik para peternak yang disebut juragan sapi.
        
Kelompoknya itu, lanjut dia, hanya dipercaya untuk mengurus dan mengembangkan biakan serta pembibitan sapi dengan aturan keuntungan mendapatkan sapi yang dilahirkan induknya.
        
"Kami di sini berperan untuk mengembangkan sapi, setiap sapi kami urus dari mulai makanannya hingga kandangnya," katanya.
        
Ia berharap, sapi yang dikembangkannya itu terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan pasar.
        
Menurut dia, peternakan sapi di Garut cukup berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masayrakat di Kecamatan Cikelet, umumnya wilayah selatan Garut.
        
"Keuntungan dari peternakan ini sangat banyak, makanya kita berupaya untuk mengembangkan peternakan, selain mengembangkan sektor pertanian," katanya.

    



Pewarta: Feri P
: Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026