Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai memfokuskan penataan kawasan Trusmi agar menjadi destinasi unggulan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi wisatawan maupun warga lokal.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman di Cirebon, Senin, mengatakan penataan yang sedang dilakukan adalah menertibkan keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng), pedagang kaki lima (PKL) serta parkir liar.

"Penertiban ini tidak serta-merta langsung dilakukan, namun hari ini kami awali dengan pendekatan dialog bersama para pihak, termasuk masyarakat yang bermukim dan berdagang di kawasan Trusmi," katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah sedang menyiapkan solusi atas aktivitas yang dianggap tidak sesuai, termasuk kemungkinan relokasi pedagang ke tempat yang lebih tertib dan strategis tanpa mengganggu estetika kawasan Trusmi.

Selain itu, Agus menyebut penataan parkir serta rekayasa lalu lintas pun akan menjadi bagian dari pembenahan menyeluruh.

Hal ini, kata dia, bertujuan agar kawasan Trusmi bisa lebih aman, tertib, dan nyaman dikunjungi bagi para pelancong yang ingin singgah untuk berbelanja batik.

“Trusmi sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata. Maka ke depan kita ingin tempat ini lebih tertib dan indah. Tentu kami juga akan menyiapkan skema agar tidak memberatkan warga,” ujarnya.

Agus memastikan pembenahan kawasan Trusmi akan melibatkan sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Satpol PP.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026